Dalam kesamaran cahaya
Aku bangun mencari sesuatu
Kaki ku longlai membuka jendela
Diriku dibuai angin malam
Aku termenung menghadap langit
Tika sang suria menjelma
Aku bagai kera mendapat bunga
Bahagia ku rasa
Senyum ku ukirkan
Aku pernah merasai peritnya malam
yang gelap tanpa sinar
Aku takut akan malam
Aku takut kerana
Aku takut tidak punya waktu
Aku takut aku dijemput seruan ilahi
Sedangkan aku jahil
Aku takut akan malam
Aku takut tiada kesempatan untuk menghargai
Ia aku memang penakut
Aku takut aku akan ditanam
Aku tidak punya amal yang cukup
Aku tk punya waktu
Malam
aku termanggu ditepi jendela
Aku hirup udara terakhir
Aku pejam mata
Bagai dirobek dada ini
Mata aku semakin kelam
Tetapi
Aku tersedar
Aku terbaring di katil
Aku sedar aku masih bernafas
Ya Tuhanku
Jika ini waktu yang kau berikan
Tidak akan aku sia-sia kan ia
Aku masih punya waktu
ANDA SEDANG MEMBACA
Puisi Hati
PoesíaHati menyimpan seribu rasa. Rasa yang tak mampu diungkap. Aku lakarkan puisi hati ini dari hati aku.
