Tidakkah merdu senandung lagu tidurmu ketika bersamaku ?
Tidakkah kau mau hangat pagimu ketika terbangun dan melihat wajahku ?
Tidakkah syahdu sore harimu ketika kita duduk diteras berdua , bercengkrama bersama
ditemai segelas kopi tua dengan semilir angin yang memanjakan raga.
Tidakkah kau mau berbagi sedih duka-lara cita-cinta kecewa dan bahagiamu bersamaku ?
Tidakkah kau mau melihat buah hati kita nanti tumbuh besar berkelakar senda-gurau dalam satu ruang kedap suara ?
Aku menawarkan diri.
Tidakkah kau sudi menerima dengan segenap hati kemudian dijadikan aku sebagai rumahmu tempatmu mengadu dari segala hiruk pikuk semesta yang gaduh.
Aku menawarkan diri. Sekali lagi.
Jadikan aku tempatmu kembali dari segala pedih perih.
Berikan aku peluang. Maka akan ku berikan juang.
Kumohon jadikan aku tempatmu kembali yang kau sebut pulang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Puan menangis
RandomKumpulan diksi-diksi sakit hati , caci-maki , iri dengki dan puja-puji. Kritik dan saran di persilahkan.