awas yah plagiat dilarang lewat👊👊
aku tertekan, rasa-rasanya kepalaku ingin pecah dengan semua ini.
aku risih dengan keadaanku yang sekarang, apakah aku ini? aku tidak suka dengan semua orang yang ada di rumah ini. entah itu ayah, bunda Ataupun yang lainya.
kenapa semua ini terjadi padaku? kenapa semua ini seolah olah datang menghampiriku?
aku tau aku Tidak seperti yang lainyaa tapi tolong hargailah aku. aku juga bagian dari keluarga ini, Setiap Hal yang aku lakukan salah semuanyaa dimata kalian.
jadi kalian mau aku yg seperti apa? kalian pengen Aku jadi Sosok yang bagaimana?? katakanlahhhhhhh...
aku pun diam sejenak memandang jam dinding yang berada tepat di hadapanku. aku duduk sambil memegang bantal yang aku sondorkan kedalam perutku sambil terdiam layaknyaa orang bego.
ku pandangi lagi sekelilingku. mataku tertuju pada jendela kaca kamarku yang terlihat hanya Indahnya awan ditemani kicauan burung yang membuat hatiku merasa sedikit tenang.
"tokk.. tokk.. tokk..."
suara ketukan pintu dari luar
"Arriel.. arriel.. ayoo makan" suara ibuku dari pintu kamarku
"iyah bu.. bentar Arriel ganti pakaian dulu" Kataku.
"iyah, cepat yah ibu tunggu di meja makan" kata ibu lalu pergi
selesai Menggantikan pakain akupun menuju ruang makan dan bergabung bersama yang lainya.
"Bagaiman Pelajaran kamu di sekolah" Tanya Ayah.
"a..aku..??" kataku dengan kaget.
"ia kamu.. siapa lagi" Sondor ayah
"ba.. baikk kok" jawab ku dengan nada gugup
"oh gitu" Kata ayah Dan lanjut memakan makananya.
" yah, tadi Clara telfon ibu, katanya di kampusnyaa lagi mau melakukan Cerdas cermat antar Universitas loh yah" kata ibu dengan semangat.
"Oh yah,, bagus dong" Kata ayah dengan nada senang.
"Clara juga ikut dalam cerdas cermat itu, tapi katanya dia butuh Uang Untuk biaya pendaftaran nanti yah" kata ibu dengan nada pelan.
" emangnyaa dia butuh brapa" kata ayah tanya.
" 500 ribu yah" kata ibu dengan agak ragu ragu.
"okeh nnti Habis ini kita ke bank lalu kita tranver uangnya ke rekening Clara, oke bund" kata ayah dengan semangat.
" okeh yah" jawab ibu dengan nada senang.
aku hanya bisa duduk sambil mendengarkan ocehan ayah dan bunda yang membanggakan kaka perempuanku,
seolah olah mereka mengejek ku.
"emangnya aku gk bisa kayak Clara,, aku juga bisa kali.. tunggu waktunya saja.." kataku dalam hati
Aku mulai risih dengan suasana di meja makan rasa rasanya panas sekali.
"aku selesai, aku duluan yah ke kamar" kataku sambil menjauh dari pandangan ibu dan ayah.
"heh udah mau ke kamar lagi, hari hari kerjaan nyaa di kamar saja ngak bantu ayah kek, ibu kek Kerjaan nya di kamar terus" teriak ayah.
"terserah" Kataku sambil pergi menjauh.
huhh sungguh hari yang melelahkan.
jangan lupa coment dan vote nya yah??
nantikan kelanjutan ceritanya❤❤
follow juga instagram ku
@hampattimahu12
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Home
General Fictionaku tertekan dengan semua ini, semua kata kata itu menggema di telingaku yang dapat aku Dengar dengan mantap. kata demi kata dikeluarkan untuku apakah aku ini? seburuk itukah diriku? Apa kah yang mereka katakan tentang diriku ini benar?? hatiku dan...
