Chapter IX Kehilangan kebahagiaan

263 11 1
                                        

awas yah plagiat dilarang lewat👊👊

Sekarang rumah sepi tanpa ayah,keramaian dan kebahagiaan bersama Hilang begitu saja.

Seperti inilah yang aku alami Dari Dulu aku memeng tidak pernah merasa kebahagiaan meskipun itu sesaat, bahkan tidak pernah sama sekali.

aku yang tengah duduk di BALKON rumah ku menemani kak Clara yang sedang duduk tanpa berhenti menangis.

mungkin ini terasa sulit baginya. karna dia baru saja Kemarin balik dari luar kotta selama 8 tahun tidak bersama papa dan mama. sekarang pas dia sudah balik malah papa yang pergi aku bisa merasakan itu.

"Arriel.. kenapa papa bisa pergi ninggalin kita gitu aja" Tanya kak Clara kepadaku.

" yahh, gk tau kak" jawabku.

"aku juga baru Ketemu sama papa waktu kemarin kok papa udah main ninggalin kita aja" Cetusnyaa.

"udah la kak, pasti papa akan kembali kok percaya deh" Jawabku menenagkan kak Clara.

"tapi kapan RieL" tanya kak Clara.

"yahh nanti, tapi belum sekarang waktunyaa. udah kaka Stop yah nangisnyaa tuhh mata kaka udah bengkak Dua-duanyaa karna nangiss mulu" cetusku.

"tapi RieL ayah..." gumam kak Clara lagi.

aku menghapus air mata dari pipi kak Clara yg berjatuhan terus menerus dari pipinya yang tirus itu.

dia pun menyandarkan kepala ke dada bidangku dan tertidur.

"kasian kak clara Pasti dia merasa syok dengan semua ini" ujarku.

"tapi aku belum habis pikir kenapa semua ini terjadi menimpa keluargaku" ucapku dalam hati.

"Tanpa ayah aku harus bisa menghidupi keluargaku, harusss.. meskipun belum sekarang tapi pada saatnya aku akan membahagiakan mereka" ujarku sekali lagi.

aku mengangka dan membawa kak Clara ke kamarnya. dia ketiduran akibat capek menangis dari tadi tanpa berhenti, tapi bentarr dimana mama.

selepas dari kamarnya kak Clara aku segera ke kamar ibu untuk memastikan ibu ada di kamar atau ngak.

aku melihat ibu yang tengah duduk sambil memegang selembar foto
yang aku tidak tau itu fotonya siapa.

"Aku, tidak kuat dengan semua ini, aku takut aku tidak bisa mengurus anak-anak sendiri tanpa kehadiranmu. Apakah aku dapat menjalani hidup ini dengan anak-anak tanpa ada kamu?? ku mohon kembalilah demi aku dan anak-anak mu"

"kata-kata itu yang aku dengar, mama sedang menagisi foto syapa? kok ada kata anak-anak. apakah itua Ayah??" pikirku.

aku pikir cuman BROKEN HOME yang menimpa aku ternyata bukan Cuman itu Bahkan ada yg lebih dari itu pun juga menimpa keluargaku.

aku kesal dengan dunia yang seperti ini.
mau sampai kapan semua ini terjadi menimpaku.


hallooo gaess maaf yah telat PUBLIS Solanya autor sibuk belajar
persiapan ujian soalnya:-)

coment dan juga vote nya itu penting loh😘

follow juga instagram aku
@hampattimahu12

Broken HomeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang