Chapter VII rumah baru

186 14 2
                                        

   awas yah plagiat dilarang lewat👊👊

"ini rumah baru kita, ayah harap kalian bisa merasa nyaman dengan rumah baru kita ini" cetus ayah.

"iyah ayah,biarpun sederhana setidaknya kita mash ada tempat untuk tidur" kata Kak Clara.

"semuanyaa masukan barang_barang  kalian ke kamar masing_masing, dan kita bersihkan rumah ini dulu kelihatanya kumuh dan kotor" Cetus Mamah.

"mahhh, aku lapar" kata kak Clara dengan nada rendah.

" bentar kayanya ibu bawa roti" kata ibu.

"aku mau Mahh,, lapar soalnya"kata kak Clara.

"udah kalian bagi_bagi, kasih Arriel juga yah" Kata ayah.

"Udahhhh, arriel nya nanti aja " sambung mamah.

"kok gitu sih mahh, aku kan juga lapar" kataku Dengan nada marah.

"makanyaa kalo mau makan tuh kerja, bantuin orang tua jangan taunyaa di kamar aja" Sambung mama.

"Taekkk" sambungku lalu pergi.

mamah orang yang slalu membanding bandingkan ku. Aku benci mama, aku benci ayah aku benci semuanya yang ada disini.

mereka tidak pernah peduli padaku. Ayah kakak atau siapa pun itu. aku juga anak dari keluarga ini.

aku tau aku belum bisah kasih yang terbaik buat mama sama papa, tunggu aja pasti juga aku bakalan kasih tapi belum skarang.

"aishhhhhh, pusing kepalaku lama_lama"  gumanku.

aku pergi ke kamarku yang baru itu, kelihatanya Bagus juga. tapi harus di bersihkan karna banyak sarang laba_laba yg menempel di setiap sudut kamar.

Dellca the light of citty. kotta yang paling terang di Bernia. kota yang menyimpan sejuta Cahaya di dunia.

kotta yang menjadi pusat perhatian Para pencari mimpi.

kotta ini tempat masa kecil ayah sama mama dulu. dari mulai mereka bertemu hingga samapai mereka pacaran.

semua itu berlalu begitu cepat hingga lahirlah aku kedunia yang penuh dengan penyiksaan ini.

andai saja aku bisa meminta, aku ingin memohon agar aku tidak dilahirkan di keluarga ini. kalaupun itu bisa

***

Aku rasa dengan rumah baruku ini bisah membawaku untuk kedepannya bisa menjadi orang yang lebih baik lagi meskipun mama sama papa masih meragukanku.

aku tidak akan putus asa. andai saja ada sepuluh pencari mimpi sepertiku ada di kotta ini, mungkin kita bisa menaklukkan dunia.

"uhhhh.. kumuh dan kotor sekali kamar ini,  aku rasa kamar ini perlu di bersihkan" ujarku.

kuambilkan bambu yang menurutku dapat mengambil sarang laba-laba yang berada disetiap sudut ruangan kamarku.

setelah itu kuambil kain pel untuk membersihkan lantai. ku gelar tikar di atas lantai kamarku agar sedikit rapi dan bersih.

kemudian ku rapikan tempat tidurku, ku ganti seprei yang lama dengan yang baru agat tidurku tidak terganggu.

selesai merapikan semuanya, ku duduk sejenak sambil mengeluarkan sebungkus rokok dari saku celana jeanss Ku.

sambil memikirkan pertanyaan yang selalu melintas di kepalaku, masih teringat dengan Hal yang secara tiba-tiba menimpa ayah

"ayah tidak menjelaskan kepada kami semua kenapa ayah bisa bangkrut. pasti ada penyebab dari semua ini, tapi apa yah" ujarku dalam hati.




maaf yah kependekan, soalnya penulih ini masih seorang pelajar dia masih butuh banyak belajar. oke gaess💕

komen dan vote nya jangan lupa;-)

Broken HomeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang