Confused

1.7K 191 14
                                        

✣ NARUTO MILIK MASASHI KISHIMOTO ✣

□□□□□0%

Hope you'll enjoy with my odd story 。●‿●。

"Eungh..."

Sebuah erangan terdengar dari gadis yang masih terbaring tak nyaman di pojokkan gua. Sasuke meliriknya sebentar lalu kembali fokus pada apel yang sedang dimakannya. Baru saja ia kembali dari kegiatan berlatihnya dan menemukan gadis itu masih belum terbangun dari pingsannya.

Hinata, gadis itu mulai beranjak bangun dari tidurnya sembari memegang kepalanya yang terasa pusing. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya sambil mengedarkan pandangan.

"A-anoo.."

Sasuke yang mendengar suara parau gadis itu pun kemudian melemparkan botol minumnya dengan pelan ke arah gadis itu yang untung saja langsung menangkapnya dengan reflek.

"Minumlah." Hinata sedikit bergidik mendengar suara berat dan dingin itu. Ia tak dapat melihat wajah laki-laki yang sedang duduk menyamping didepannya, karena minimnya pencahayaan di dalam sini.

"A-arigatou.." cicitnya lemah.

Dengan tubuh yang bergetar dan lemas, Hinata mulai meminum air yang diberikan laki-laki didepannya, menegaknya dengan terburu-buru untuk memenuhi kebutuhan dahaganya dan saat tinggal tegukan terakhir ia pun tersedak karena baru sadar bahwa ia telah berlaku tidak sopan dengan menghabiskan minum seseorang.

Melihat Hinata yang sedang terbatuk-batuk seperti itu mau tak mau membuat Sasuke mendekatinya lalu memposisikan tangannya membantu memijit tengkuk gadis itu untuk meredakan batuknya.

"Pelan-pelan." Ujarnya tenang dengan nada rendah.

Menerima perlakuan laki-laki itu membuat Hinata penasaran dan perlahan menolehkan kepala untuk menatapnya.

Setelah menatap wajah laki-laki itu yang ternyata sedang balik menatapnya dengan tatapan tajam membuat Hinata diam terpaku,

1 detik.

2 detik..

3 detik...

Ia akhirnya tersadar dan membulatkan matanya terkejut,

"Sa- Sasuke-san?" Hinata juga menyadari posisi mereka yang sangat intim dan mulai bergerak tidak nyaman dengan menjauhkan tubuhnya dari Sasuke untuk membuat jarak dan menundukkan kepalanya karena gugup.

Sasuke menatap heran gadis itu. Suasana menjadi canggung dan hening sesaat, sampai Sasuke mengeluarkan 2 buah apel dari kantungnya lalu memberkannya kepada Hinata.

"Makan."

Hinata menatap apel ditangan Sasuke lalu beralih menatap matanya. Mata yang terlihat begitu kelam, sangat kontras dengannya. Serta tatapan yang selalu terlihat tajam dan mengintimidasi namun terkesan hampa, entah kenapa hati Hinata mencelos saat melihatnya. Seolah ia sedang melihat sosok dirinya pada Sasuke.

Menyingkirkan sedikit rasa takutnya. Meski ragu, perlahan Hinata mengambil apel yang diberikan Sasuke lalu tersenyum tulus walau terlihat dipaksakan.

"A-arigatou Sasuke-san." Senyum tulus masih terpatri di wajah Hinata, membuat Sasuke membuang muka lalu beranjak menjauhi gadis itu dan pergi keluar gua.

"Sasuke-san mau kemana?!" Seru Hinata yang melihat kepergian Sasuke tanpa menjawab satupun ucapannya.

-Can Us?-

Sudah 2 hari terlewati dan Sasuke masih belum kembali juga. Apakah dia tidak akan kembali? Hinata diliputi perasaan bingung dan ragu. Ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

"Apa yang harus kulakukan?" Gumamnya pada diri sendiri sambil meringkuk mengeratkan pelukannya di lutut.

"Aku harus cepat kembali ke Konoha, kalau tidak pasti orang-orang akan khawatir..."

Tapi... Aku...

Hinata dengan cepat menggelengkan kepala lalu menatap yakin pada jubah Sasuke yang sudah terlipat rapi di depannya.

"Baiklah, Aku akan kembali ke Konoha." Ujarnya pelan, "dan mengembalikan jubah Sasuke-san jika kita bertemu lagi."

Ah! Aku juga harus mengucapkan terimakasih lagi!

Hinata perlahan tersenyum lalu mulai bangkit dan memasukkan jubah Sasuke ke dalam tasnya. Ia berjalan ke ujung gua, dan langsung disambut oleh cahaya matahari yang bersinar terang menghujamnya.

Aku berhutang padamu Sasuke-san...

"Onee-chan! Kau tidak tau betapa cemasnya aku menunggumu pulang!" Hanabi semakin mempererat pelukannya ditubuh Hinata. Gadis yang dipeluk sedikit meringis karena luka diperutnya tertekan.

Hinata sedikit melirik Hanabi.

Hufftt..

Untunglah adiknya tidak menyadari ringisannya. Karena Hanabi akan menjadi sangat khawatir dan cemas berlebihan jika tau dia terluka.

Beberapa saat yg lalu Hinata keluar dari gedung hokage dan ia terkejut ketika melihat Hanabi sudah menungguinya diluar dengan tatapan tajam.

Hinata tersenyum lembut melihat tingkah adik kecilnya yang manis dan perhatian itu, ia perlahan mulai mengusap pucuk kepala Hanabi dengan pelan.

"Kau tidak perlu khawatir Hanabi... Aku baik-baik saja."

Hanabi menengadahkan kepalanya menatap wajah Hinata dengan tatapan menyelidik, sebelah alisnya terangkat. Hinata memiringkan kepalanya sembari tersenyum meyakinkan.

"Haaahh..!" Hanabi membuang napas panjang sambil melepaskan pelukannya, ia kemudian tersenyum lega.

"Aku benci sekali jika kau diberikan misi solo!"

Hinata terkikik pelan, "Hanabi.. Aku bisa menjaga diri..." Diletakkan tangannya di pinggang sambil menatap Hanabi dengan pandangan pura-pura cemberut.

"Ya.. ya.. ya.." balas Hanabi cuek, tidak mempercayai omongan Kakaknya.

"Onee-chan ingin makan apa? Biar Aku yang masak!" Tanyanya tiba-tiba dengan sumringah dan mata berbinar. Hinata terdiam sebentar untuk berpikir, terlihat telunjuknya yang menempel dibawah dagu.

Hinata lalu memegang kedua bahu Hanabi, "apa saja, semua yang kau masak bakal Nee-chan habiskan." Ujar Hinata pada akhirnya, Hanabi mendengus tidak puas dengan jawaban Kakaknya. Tapi pada akhirnya ia ikutan tersenyum...

"Yoshi! Bakal aku buat makanan kesukaan Onee-chan!!" Lalu keduanya terkikik bersama.

Ya.. selama Kakaknya senang, ia pun juga ikut senang.

°━━━━▣━━◤できますか?◢━━▣━━━━━°

Gomen.. ga sesuai janji lagi (。ŏ﹏ŏ)

Btw kalau ada saran/masukan bilang ya.. biar aku tau kekurangan dari ceritaku tuh apa (' . .̫ . ')

Can Us? [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang