06

216 26 0
                                        

...

Saat itu member Red velvet lebih dulu keluar namun tiba-tiba di tengah keramaian ruang ganti seseorang menarik lengan joy dan segera membawa nya ke dalam pantry yang letaknya sedikit tersembunyi dari keramaian bahkan beberapa member Red velvet maupun bts tidak menyadari kejadian itu mereka hanya mengira bahwa joy sedang ke kamar kecil. Sementara di dalam pantry kecil itu joy terdiam begitu si penculik. Keheningan melanda dua orang itu dan tiba-tiba Joy menangis pelan sambil memukul dada orang itu.

"Tunggu tunggu!...kenapa kau seperti ini? Ini pertama kita bertemu setelah dua tahun..." Joy pun menahan pukulan nya namun airmata masih mengalir lalu si pria mengusap lembut air mata yang masih mengalir itu.

Ada banyak pertanyaan di balik tangisan nya beberapa rahasia yang tertutup rapi.

"Sepertinya gadis ku ini memiliki kabar baik..."Sambil tersenyum menatap sendu gadis nya si pria pun ikut menangis.

"Aku merindukanmu..."
Akhirnya sebuah kalimat keluar.

"Aku juga sangat merindukanmu...jangan sakiti dirimu sendiri jangan terlalu menyibukkan diri...kau tau aku bahkan tidak bisa berfikir jernih saat tau keadaan tentang dirimu..." Kim taehyung pria yang kini masih memegang pipi gadisnya.

"Apakah itu sebabnya mata mu bengkak?..."

"Mmm...ini karena dirimu..."

"Kau juga salah...!" Joy melepaskan tangan taehyung dari pipinya

"Apa salah ku?" Perlahan tangisan mereka berdua mereda kecuali joy yang masih bertahan dalam tangisnya meskipun tidak seperti tadi.

"Irene eonni..." joy membalikan badan yang semula menatap taehyung berbalik membelakangi nya.

"Itu kesalahan ku..."

"Kau membela nya? Kalau begitu aku keluar..."

"Tunggu!tunggu aku bukan membelanya hanya saja saat itu aku juga tidak tau kenapa aku seperti itu...jangan pergi lagi ku mohon cukup mendengar tentang chanyeol dan dirimu tidak usah dengan yang lain..."

"Aku bahkan tidak sampai berkencan dengan mereka..."

"Aku yang salah soo young'ahh...maaf  aku salah...sungguh saat itu aku yang bersalah...." Taehyung menutup wajahnya dengan sebelah tangan kepalanya sangat berat apalagi saat mendengar nama Irene dan itu di sebutkan sendiri oleh gadis yang membuatnya gila dan sebuah tangisan terdengar samar bagi joy ini adalah hal yang tidak ingin dia lihat.

"Apa apaan...ini mengapa kau yang menangis...dasar bodoh..." Tangisan di sertai senyuman.

"Hentikan tangisan mu aku harus mengangkat telepon...wendy eonni memanggil ku..." ucap joy  sbil mengusap air mata taehyung Mereka pun tertawa saat melihat tampilan diri mereka. Joy mengangkat telepon nya.

"Halooo...eonni ada apa?..."

"Kau dimana? Kita sudah bersiap pulang..? " joy Tiba-tiba melirik taehyung yang memberi aba aba padanya.

"...park soo young dimana Kau? "

"Aku sudah pulang memakai taksi eonni dan mungkin akan kembali ke Dorm sedikit lama..."

"Bersama siapa? Bagaimana jika ada orang jahat?..."

"Aku sendiri eonni tidak apa...tidak akan lama barusan...katakan pada Manager aku sudah pulang..."

"...baiklah jaga dirimu barang barang  mu yang tertinggal biar ku bawa ke Dorm...hati-hati jangan sampai besok kita menemukan artikel tentang mu jaga dirimu..."

Don't  Move PleaseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang