Gyuri membawakan bubur dan teh manis hangat untuk Taehyung yang baru saja siuman beberapa puluh menit yang lalu. Taehyung tidak ingin berbicara dengan siapa pun, dia masih tidak terima jika ia masih dinyatakan bernyawa dibentala yang tua. Sekali pun Yoongi bertanya bagaimana perasaan Taehyung setelah siuman, apakah Taehyung lapar atau tidak. Adiknya tidak mengeluarkan suara, mengabaikan presensi Yoongi yang selalu ada disampingnya.
Gyuri saja tidak dihiraukan, apalagi Yoongi.
Taehyung bersikap seperti itu karena ia tidak ingin membuat Yoongi menjadi terbebankan lagi karenanya. Gyuri bilang bahwa Yoongi belum pulang kerumah, selama lebih dari satu minggu. Taehyung bisa menebak jika papa dan mama akan marah besar, jika Yoongi pulang membawa anak yang tak pernah diharapkan kembali.
"Taehyung.. kau harus makan."
Taehyung tetap membelakangi Yoongi, tidak ingin berbicara sepatah kata pun. Tidak ingin menghancurkan perbatasan yang sudah ia bangun.
"Taehyung, ayo mak–"
"Pergi." Titah Taehyung, yang membuat Yoongi terdiam. Hatinya sakit, seperti ada yang menusuk dengan anak panah tiada henti.
"Taeh–"
"Aku bilang pergi, Min Yoongi! Biarkan aku sendiri! Tidak bisakah kau diam saja jika ingin disini? Biarkan aku melupakan semua! Tapi kau menggaggalkannya!"
Taehyung beranjak pergi dari kamar. Dengan sempoyongan, Yoongi menangkap badan yang sudah lemas terkapar dilantai. Taehyung-nya tidak ingin Yoongi pergi, Taehyung hanya masih belum menerima kenyataan bahwa ia kembali. "Gyu! Gyuri!"
"Astaga, Taehyung!"
"Cepat bantu aku!"
Taehyung kembali tidak sadarkan diri setelah sedikit membentak Yoongi. Terlihat sekali, ketika Taehyung mengeluarkan amarahnya didepan Yoongi, Taehyung sebenarnya tidak membenci, dari sorot binarnya, Taehyung sangat takut jika ia kembali. Taehyung takut hal-hal yang sudah ia lupakan, akan terjadi lebih parah lagi.
"Dia benar-benar ingin pergi, Gyu. Apa yang harus aku lakukan?"
Sorot Gyuri menandakan kebingungan. Gyuri juga tidak ingin Taehyung pergi, tidak ingin emmbuat Yoongi kembali sakit hati dan nenyendiri. Yoongi butuh Taehyung.
"Kak–"
Yoongi, dan Gyuri menoleh bersamaan. Taehyung masih memejamkan mata, sembari merafalkan nama Yoongi, kakaknya. Yoongi tersenyum, adiknya masih membutuhkannya.
"Kak Yoongi.."
"Iya, dik. Kakak disini, aku disini, Taehyung. Tidak kemana-mana."
"Jangan pergi, jangan.. kumohon–"
Taehyung menangis dalam tidurnya. Yoongi yakin, Taehyung memimpikan sesuatu yang sangat ia takutkan.
"Tidak, Taehyung. Aku selalu disini, disisimu." Gyuri mengusap punggung Yoongi. Menenangkan Yoongi, dari situasi yang sangat menyentuh hati.
"Aku disini, Taehyung."
<< To Be Continue >>

KAMU SEDANG MEMBACA
When The Stars Fall ✔
Fanfiction[ C O M P L E T E D ✔ ] "Jangan pernah ingin ikut untuk jatuh, kak. Kau tidak pantas. Papa dan mama menunggumu." Feb 11, 2020 - Feb 22, 2020 Cover by Canva.