Selang beberapa jam dari acara pengungkapan perasaan ma jiaqi kepada chengxin, kini mereka berdua bercanda dan berbincang di sela jam istirahat chengxin sampai sebuah suara membuyarkan kegiatan mereka
"Cheng"
Yang dipanggil pun menengok ke arah suara. "Oh yaowen kenapa wen " Tanya nya
"aku ingin pulang duluan ada sesuatu yang sangat tidak bisa aku tinggalkan " Ucapnya getir
Chengxin merasa ada yang salah dengan yaowen, iapun berdiri dan mendekatinya "Ada apa? Apa kau mau bilang sekilas soal masalahmu? "
Yaowen pun menghela nafas "jadi begini"
Flashback on
Yaowen sedang merangkai karangan bunga, namun tiba tiba telefonnya berbunyi "halo bunda, ada apa? " Ucap yaowen pada orang diseberang sana
"halo yaowen,sedang dimana kamu?"
"Yaowen sedang di tempat kerja bun, ada apa? " Jawab yaowen
Orang yang diseberang sana terdengar getir dan terisak "bisa kau kesini? Hiks.. Tadi yaxuan.. dia tiba tiba kejang dan Dokter bilang kondisinya semakin tidak stabil "
Yaowen terkejud dengan penuturan ibu yaxuan, sedih? Tentu sangat "baik bun yaowen segera kesana "
Flashback off
"Astaga yaowen cepat pergi kesana kekasihmu membutuhkanmu " Ucap chengxin
Yaowen mengangguk "maaf aku tidak bisa menemanimu bekerja sampai nanti "
"tidak masalah, ada seseorang yang lebih membutuhkanmu wen " Jawab chengxin
"mau saya antar? " Itu ma jiaqi yang berucap
Yaowen menggeleng "tidak perlu, terimakasih, kamu temani saja chengxin, aku pamit pergi dulu "
Setelah mengucapkan itu, yaowen segera bergegas menuju rumah sakit dengan perasaan yang kalut, ia sedih, khawatir, cemas, semua menjadi satu sekarang .
Beberapa waktu akhirnya ia sampai dirumah sakit tempat yaxuan di rawat, dan ia segera mendatangi kamar yaxuan
"Bunda " Ucap yaowen saat memasuki ruangan yaxuan .
Yang dipanggil menoleh dan tersenyum sambil mengelap bekas air matanya "yaowen, sini nak "
Yaowen pun mendekat dan duduk disamping bundanya yaxuan "bunda bagaimana keadaanya sekarang? "
Bundanya yaxuan menghela nafas "Ia sudah diberikan suntik penenang ,bunda takut nak.. Hiks bunda takut yaxuan kenapa napa.. Hiks hanya yaxuan yang bunda punya " Pecah sudah benteng yang dibuatnya, ia terus menangis semakin menjadi .
Yaowen yang melihatnya tentu ikut sedih dan merasa teriris perasaanya, ia pun memeluk bundanya "Berdoa dan yakinlah bunda.. Yaxuan pasti sembuh.. Yaxuan pasti akan tertawa lagi, mengomel lagi dan riang sperti dulu lagi ..yakin lah bunda " Ucap yaowen pada bundanya
Yaowen terus menatap kearah yaxuan dengan tatapan sedihnya 'yaxuan bangunlah, kasian ibumu, kasian aku, kami sangat membutuhkanmu, apa kau tega melihatnya seperti ini? Sadarlah ' Batin yaowen
Setelah beberapa menit akhirnya tangisan bunda sedikit mereda dan yaowen pun membuka suara "Bunda pulanglah dulu, bunda istirahat, pasti bunda capek setiap hari kurang tidur dan menemani yaxuan "
Bundanya pun melepas pelukan dan melihat yaowen "tidak perlu nak, nanti siapa yang akan menjaga yaxuan? "
Yaowen tersenyum "Bunda ga lihat siapa yang didepan bunda sekarang? Ada yaowen, yaowen akan menemani yaxuan "
"kamu tidak pergi bekerja lagi? " Tanya bundanya
Yaowen menggeleng "tidak, yaowen sudah izin "
"baiklah bunda akan pulang, tetap jaga yaxuan, bunda percayakan yaxuan padamu " Ucap bundanya
"tentu bunda, setiap jam, setiap hari dan setiap saat yaowen akan menjaga yaxuan " Jawab yaowen
Bundanya yaxuan tersenyum dan mengangguk "baiklah nak, bunda pergi dulu, kamu juga jangan lupa makan agar kamu juga tidak ikut sakit "
"Siap bunda "
Setelahnya bundanya pun mulai melangkah dan pergi meninggalkan ruangan.
Senyum yaowen luntur, dan ia menghela nafas, lalu ia berbalik dan menghadap yaxuan
"yaxuan ,apa kamu tidak rindu denganku? Kenapa kamu terus menutup matamu? " Ucap yaowen sambil menggenggam tangan yaxuan.
Ia mengecup punggung tangan yaxuan dan melepaskannya,ia mengambil sebuah bingkai yang berisikan sebuah foto orang yang spesial bagi dirinya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ia mengusap bingkai itu dan tersenyum "Yaxuan, aku rindu senyuman ini, aku rindu tawa ini sangat rindu, aku harap tuhan memberiku kesempatan untuk melihat senyuman ini lagi " Tanpa sadar ia meneteskan airmatanya