Bercerita tentang Azka yang selalu disia-siakan dalam hal cinta. Terkadang, ia penasaran, bagaimana rasanya cinta sejati?
Dirinya kemudian bertemu Bilqis Salsabilla, yang merupakan cewek mungil dari ekskul tari. Azka merasa bahwa tarian Bilqis bisa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
୧(^ 〰 ^)୨
Aku merebahkan diriku di kasur yang empuk. Coba katakan, hal apa yang lebih enak di dunia ini, dibanding rebahan? Yah, menurut gue sih ngemil. Apalagi ngemilikkin kamu, uwu. Bucin.
Memang dunia ini dipenuhi dengan hal yang berbau cinta, tetapi kebanyakan orang salah dalam hal cinta. Harusnya mereka jatuh cinta bukan karena fisik, tetapi karena ia merasa bisa saling melengkapi. Simbiosis mutualisme.
Yah, kuakui, Bilqis memang imut, tetapi yang membuatku tertarik padanya adalah ia mampu menyalurkan semangat dengan sangat tenang. Sungguh tipeku.
Kemudian aku men-scroll fbku, aku menemukan sebuah postingan yang terlihat menarik. "Kamu ingin melihat orang yang kamu sukai? Cukup tutup matamu, maka ia akan muncul."
Hm? Menarik. Aku memejamkan mataku, kemudian dalam kegelapan muncul sebuah bayangan putih pudar, yang lama kelamaan makin jelas. Tunggu ... tunggu dulu! Kenapa aku malah bayangin muka emaknya Bilqis, dah?! Tapi ..., kok aku bayanginnya kalo emaknya cantik, ya?
Aku pun memutuskan untuk mencari FB-nya Bilqis. Sekaligus cari tau emaknya, kan? Eh gak deng, aku becanda.
Tidak ketemu. Aku pun mencari di IG. Dan ketemu!
@bilqis.slsabilla
Aku men-scroll ke bawah, dan yah, kebanyakan hanya foto dirinya. Yah, aku senang sekali, jarang ditemukan cewek gak demen drama Korea. Kenapa sih kebanyakan cewek demen nonton drakor? Mending liat muka aku, aja. Cintai produk bangsa! Walaupun mukaku seperti orang luar negeri, sih ....
Baru saja jari-jari ini ingin mengetik sebuah direct message, suara lembut wanita paruh baya mengejutkanku.
"Azka .... Yuk, nak, Check up," ujarnya di depan pintu kamarku.
Aku lekas bangun, dan memakai jaketku. "Iya, Ma ...."
Tak lupa aku menekan tulisan follow pada akun Bilqis. Tak lama kemudian, ia men-followback akunku, sungguh kesenangan yang luar biasa! Tapi, aku harus bergegas.
OoOoOoOoO
Aku kemudian memutuskan untuk mencari sejumlah informasi sebelum mendekati Bilqis, seperti kata pepatah. "Sebelum peperangan, siapkan pilus garud- Helm tempurmu!"
Aku bangkit dari kursiku, layaknya ksatria yang tengah mencari informasi tentang putri kerajaan yang menghilang. Dengan gagah, dan berani aku keluar dari kelas.
TAGHH!
Sialan! Ini siapa lagi yang dorong pintu? Udah tau aku keren-keren gini mau keluar, malah kejedot pintu! Mau liat Alea ngelakuin hal gila lagi padaku?! Bisa saja, dia akan menggunakan minyak kayu putih pada kepalaku! Aku pun menoleh ke belakang, dan mendapati sohibku, melihat wajahnya, aku tidak jadi marah. Siapa yang mampu marah, pada orang yang bersamanya hingga bertahun-tahun?