Lazuli

7.8K 818 47
                                        



"Aku pulang!" Jungkook melepas la Costa hitamnya di foyer rumah, ia bergegas, sedikit berlari kecil dengan wajah penuh keriangan lebih ke dalam rumah. Dan, hatinya tak pernah lebih lega lagi jika bukan karena sosok jelita yang ia sudah duga akan menunggunya, sembari tertidur juga mengayun pelan ayunan si kecil Daekwan.

Jungkook berusaha meminimalisir derit yang kakinya timbulkan ketika bertubrukan dengan marmer di bawahnya, ia memandang hati-hati ke arah Lisa lalu si mungil yang sudah pulas. Salahnya yang pulang terlalu larut, sehingga membuat istri cantiknya ini menunggu. Jungkook melepaskan tasnya perlahan, lalu duduk di sisi Lisa, menggapai tangan putih wanita yang berada di pinggiran ayunan sehingga Lisa yang ternyata peka tersentak dan terbangun.

Si mama muda itu berkedip dua kali, lalu ia ikut tersenyum saat menemukan suami tampannya sudah pulang. Lisa tak menolak saat Jungkook menariknya ke dalam sebuah rangkulan yang menenangkan, mengurung tubuh proporsional Lisa dalam dekapannya yang hangat. Mereka terdiam beberapa saat, terlebih saat Jungkook mulai membelai pelan puncak kepala Lisa, berharap agar wanitanya itu menemukan celah untuk kembali rileks lalu terlelap.

"Kau yakin tidak mau bantuan baby sitter? Kau terlihat sangat lelah,"

Lisa menggeleng, "aku menikmatinya, lagipula tidak ada yang bisa kulakukan selain mengurus kau, Daekwan dan rumah ini."

Jungkook kembali tersenyum, impiannya menyimpan Lisa untuk dirinya sendiri berhasil. Tak berselang lama sejak Daekwan lahir, Lisa memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga yang sesungguhnya, walau sesekali mengikuti sesi photoshoot yang tentu saja sudah lulus sensor standar Jungkook, yang artinya katakan tidak pada fashion bertemakan mini everywhere.

Wanita itu melepas karirnya yang tengah menanjak demi keluarga kecil yang ingin ia lindungi, Jungkook kagum dan entah berapa kata pujian lagi harus ia ungkapkan untuk mendeskripsikan betapa tangguhnya Lisa. Dan ya, Jungkook tak pernah merasa seberuntung ini, jika bukan Lisa, dia takkan bisa bahagia.

"Aku akan meletakan Daekwan di kamar," Lisa bangkit, membenahi kimono tidurnya lalu mengambil si kecil untuk ia gendong dan bawa ke kamar pribadi mereka. Jungkook sendiri memperhatikannya, ia ingin mengingat momen-momen menakjubkan ini selamanya. Bagaimana seorang gadis yang tak pernah ia pikirkan sama sekali, merangsek masuk ke dalam hidupnya, memenjarakan hatinya, sampai dia pun tak punya kendali lagi atas hidupnya.

Semakin hari, semakin cinta.

Jungkook terkekeh, namun segera terhenti saat Lisa kembali, kali ini ia tanpa mengenakan kimono tidur tadi. Hanya berbalutkan gaun satin merah selutut, dengan rambut hitam yang tergerai indah, ia duduk di pangkuan Jungkook, mengalungkan kedua tangannya di bahu kokoh si papa, Jungkook cukup mengerti, ia baru saja akan menarik dagu lancip Lisa untuk mendaratkan sebuah ciuman sebelum bel apartemen mereka berbunyi.

Hening.

Mereka terdiam.

Menunggu, mungkin saja itu tetangga yang salah menekan bel.

Ting Tong

Lisa dan Jungkook saling berpandangan.

Kening si papa mengkerut, "di jam seperti ini?"

"Buka saja dulu, ayo!"

Jungkook mendengkus, ia mengikuti sang istri, sembari berjalan ia melepaskan jaketnya untuk ia sampirkan pada Lisa. Mencegah siapapun yang datang itu melihat hal yang hanya boleh ia lihat sendiri.

Ting Tong

Ceklek

Jimin lengkap dengan wajah pucatnya.

Faisons L'amour (LISKOOK) [Complete]✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang