Bagian 18: "Mau Berciuman?"

29.6K 1K 148
                                        


“Jalur omega laki-laki, ini,” gumam Miller sembari memasukkan jarinya lebih dalam lagi sampai melewati mulut lubang lain dalam lubang itu yang menuju uterus seorang omega laki-laki.

“Enh!” lenguh Axel pelan saat merasakan sensasi geli dari jari Miller.

Di tempatnya Miller menarik seringai kecil melihat ekspresi tenang Axel yang perlahan berubah. Dia memasukkan dan mengeluarkan jarinya dengan sesekali membuat gerakan memutar untuk melemaskan otot lubang Axel yang masih begitu tegang.

Axel menggigit bibir bawahnya menahan suaranya yang terasa bisa lolos kapan saja mengeluarkan desahannya.

“Jangan tahan suaramu, lepaskan saja, tidak usah malu,” ucap Miller menyadari itu.

“Diam-la ... ahh!” Dan akhirnya satu desahan pun lolos dari belah bibir Axel.

Merasa cukup dengan pemanasan satu jari Miller memasukkan jari keduanya lalu membuat pola menggunting dalam lubang itu untuk meregangkannya perlahan.

“Berapa lama ini harus dilakukan?” celetuk Axel terlihat tidak nyaman dengan yang dilakukan Miller. “Sampai kau siap dan sampai aku ereksi,” jawab Miller seadanya.

“Ah, yang benar saja.” Axel menutup wajahnya dengan lengan kanannya. Melihat itu membuat Miller merasa harus berusaha lebih ekstra untuk bisa ereksi.

Masih dengan jemarinya yang bermain dengan lubang Axel Miller mulai mengendus kulit tubuh Axel yang samar tercium harum di hidungnya itu.

“Mendesahlah, jangan tahan suaramu. Mungkin itu akan membantu,” bisik Miller sembari menurunkan tangan Axel yang menutupi sebagian wajahnya.

Axel tidak yakin bisa melakukannya dengan sengaja.
“Bagaimana dengan ... mmm, mau berciuman?” tanya Miller agak ragu.

Axel menatapnya dalam diam untuk sesaat, tapi kemudian menarik tengkuk Miller untuk mengecup bibir itu terlebih dahulu.

Ekspresi kaget tidak bisa Miller sembunyikan saat itu. Namun, tanpa mau banyak buang kesempatan dia pun membalas ciuman itu.

Dengan tangannya yang masih sibuk menyiapkan lubang Axel, Miller memberikan ciuman yang cukup bergairah. Dia menyesap bibi atas dan bawah Axel secara bergantian dengan sesekali menggigitnya perlahan.

“Ah!” Ciuman mereka terlepas saat desahan kecil itu keluar dari mulut Axel. Dia merasakan sensasi aneh saat lagi-lagi Miller mengenai satu titik di dalamnya yang membuatnya tergelitik.

“Sepertinya cukup. Mari kita coba,” ucap Miller sembari menegakkan tubuhnya. Dia melepaskan tali jubah mandinya dan terlihatlah penisnya yang sudah mulai terangsang meski belum tegang sepenuhnya. Miller melumasi penisnya sebelum mulai mencoba memasukkannya ke dalam lubang Axel.

“Apa itu bisa lebih besar saat terangsang sepenuhnya?” celetuk Axel dengan ekspresi ngeri yang tidak bisa dia tahan. Miller terkekeh sembari melebarkan kaki Axel dan mengangkat pinggulnya agar lebih dekat dengannya lalu perlahan mulai mendorong kepala penisnya masuk.

Axel memejamkan matanya sesaat, rasanya cukup aneh saat kepala penis Miller mulai masuk. Terasa sesak dan hangat memenuhi lubangnya.

“Kau tahu, saat pertama kali melihat milikmu aku berpikir bahwa kau bisa memuaskan omega lain, wanita beta, atau bahkan laki-laki beta sekalipun kalau kau pandai dalam hal ... umh!” Axel membekap mulut Miller dengan kuat untuk menghentikannya mengoceh.

Affection [21+ Mpreg, BL, Smut]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang