Bagian 02: Pulang

30.3K 1.7K 44
                                        

"Bos! Kami sudah mendapatkan informasinya!" Gray berseru sembari berjalan cepat memasuki ruangan Axel.

"Eh? Bos?!" Dia agak tersentak sesaat setelah memasuki ruangan itu sebelum langsung berjalan cepat ke arah Axel yang terlihat tengah berjalan dengan agak sempoyongan-menggunakan kruk sikunya-menuju sebuah jendela yang ada pada sisi kanan meja kerjanya.

Dengan sigap Gray langsung membantu Axel untuk sampai ke tujuannya.

"Oh, kau ... maaf, sepertinya aku heat." Axel langsung membuka jendela geser di sana agar udara segar menerpa kulitnya yang terasa gerah meski di bawah pendingin ruangan.

Axel tidak pernah menutupi fakta bahwa dia adalah seorang omega pada siapa pun, tapi juga tidak pernah mengatakannya secara gamblang.

Itu karena-seperti yang terjadi saat ini-meski tengah heat feromonnya yang sudah menguar di segala penjuru ruangan itu tidak disadari oleh Gray yang notabenenya seorang alfa.

Dan itu terjadi pada semua alfa yang ada di sekelilingnya juga yang pernah dia temui.

Dilihat dari tampang dan postur tubuhnya pun tidak akan ada gunanya mengaku kalau dia itu omega. Setiap saat heat itu tiba dia hanya akan menderita sendiri tanpa mempengaruhi orang lain.

Pada akhirnya dia hanya akan menggunakan obat berdosis kuat untuk meredakannya dan melakukan pelepasan dengan masturbasi biasa seperti pria pada umumnya.

Gray terlihat khawatir. Dia tidak bisa banyak membantu dalam situasi seperti ini. "Apa perlu saya-"

"Aku sudah minum obat, tenang saja. Beri aku waktu sampai obatnya benar-benar bekerja," sela Axel agar Gray tidak terlalu khawatir.

"Kau punya laporan baru kan? Ayo ke kafetaria saja. Mungkin kau tidak bisa merasakannya, tapi udaranya terasa berat di sini," ucap Axel setelah beberapa saat dan mulai berjalan perlahan yang langsung dibantu oleh Gray.

Akibat dari perkelahiannya dengan Miller terakhir kali adalah kaki kanannya jadi patah. Dia juga baru keluar dari rumah sakit dua hari lalu sebenarnya-setelah hampir dua minggu dirawat di sana.

Sejauh yang dia dengar, Miller juga melakukan hal yang sama. Namun, seminggu belakangan anak buahnya melaporkan bahwa pergerakan Miller dan anak buahnya mengalami perubahan bahkan dalam kurun waktu itu juga Miller selalu Kepala tidak pernah lagi muncul ke permukaan.

"Ke mana dia? Hanya tangan kanannya yang patah, apa dugaanku benar dia sedang tidak di kota? Terakhir kali dia bahkan masih bisa berkeliaran dengan penyangga leher," batin Axel penasaran juga.

"Kau dapat informasi lebih detail soal Scott juga?" tanya Axel pada Gray yang berjalan di belakangnya.

"Iya, kecurigaan Anda benar Bos. Saya sudah memastikan kalau Scott Ludwig memang sedang tidak ada di kota ini. Informasi yang kita dapatkan sejauh ini, dia hanya pulang ke kota asalnya entah untuk berapa lama dan untuk urusan apa," jelas Gray lugas.

"Hmm, begitu ... baiklah, kerja bagus." Axel mengangguk pelan sembari menanggapi.

Dia tidak yakin tentang apa yang Miller lakukan di kediaman orang tuanya. Mungkin kepala keluarga Ludwig yang memanggilnya langsung, dan mungkin akan ada hubungannya dengan organisasi mereka.

Affection [21+ Mpreg, BL, Smut]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang