Bagian 21: Permainan Kecil

20.9K 1K 119
                                        

"Hey Ryder! Kau meninggalkan sesuatu," seru Miller di depan kamar Axel.

Terdengar suara langkah mendekat lalu pintu itu terbuka menunjukkan Axel yang baru memakai celananya, sepertinya belum selesai berpakaian.

"Oh? Aku lupa menggunakannya," celetuk Axel sembari mengambil alih testpack yang dibawa Miller dari kamar mandi itu.

Dia berencana menggunakannya tadi, tapi lupa setelah berendam dan meninggalkannya begitu saja.

"Kau hamil?" tanya Miller bingung.

"Tidak tahu, makanya aku mau mengetesnya," sahut Axel seadanya.

"Hah?" Miller terlihat tidak paham situasi ini.

"Dokter bilang hasil proses pembuahan bisa dites setelah 2-3 minggu setelah berhubungan apakah berhasil atau tidak. Aku hanya mau mengetesnya meski aku bisa menebak hasilnya," ucap Axel menjelaskan.

"O-oh, ya sudah," sahut Miller sekenanya lalu dia berbalik untuk kembali ke kamar mandi.

Di belakangnya Axel mengikuti membuatnya berbalik lagi. "Kenapa kau ikut?" tanyanya.

"Untuk menggunakan ini," jawab Axel sembari menunjukkan kotak testpack-nya.

Miller mendesah pelan dan kembali melanjutkan langkahnya tanpa membalas lagi.

"Mau melakukannya setelah ini?" celetuk Axel tiba-tiba setelah mereka sama-sama di dalam kamar mandi.

"Ha?" sahut Miller tidak yakin dengan yang ditangkap otaknya saat mendengar itu. "Having sex?" lanjutnya agak ragu.

Axel mengangguk santai sebagai jawaban iya. "Dokter bilang lebih sering lebih baik. Kemungkinan berhasil lebih banyak," jelasnya singkat.

Entahlah, Miller pikir setelah malam itu Axel akan langsung kapok. Ternyata dia gigih juga untuk memiliki anak.

"Kau yakin?" Miller terlihat ragu untuk menerima tawaran ini.

"Kelihatannya kau yang ragu di sini, aku berpikir untuk lebih sering melakukannya mengingat selama dua minggu ini kita belum melakukannya ... ah, sudahlah kalau kau tidak mau. Kenapa jadi aku yang seolah mengejarmu?" Suara Axel mengecil di kalimat terakhirnya lalu dia berpaling.

"Sudah sana mandi, apa kau mau melihatku menggunakan ini? Dasar cabul," ucap Axel setengahnya mengusir.

Miller berdecak malas. "Aku tidak mau mendengar itu dari orang yang mengajak having sex duluan," cibirnya tidak terima disebut cabul.

Setidaknya dia tidak merasa kalau dirinya itu cabul, dia tidak pernah menggoda omega atau gadis beta mana pun justru sebaliknya mereka yang akan datang padanya dulu menawarkan diri.

"Cih, kalau dipikir-pikir dia juga jadi terasa seperti mereka. Menawarkan diri untuk ...." gerutuan dalam hati Miller terhenti.

Dia hampir menyamakan Axel dengan omega-omega di luar sana yang acap kali bertingkah seperti jalang yang menjual tubuh mereka demi bisa bercinta dengannya meski hanya untuk semalam.

"Tidak, dia tidak seperti itu. Kami sama-sama terpaksa melakukan ini," batin Miller meluruskan pikirannya.

Di tempatnya Axel sudah mulai menggunakan testpack itu tanpa memedulikan keberadaan Miller lagi.

Affection [21+ Mpreg, BL, Smut]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang