Daun-daun meluruh, bersatu dengan udara yang kemudian menerbangkannya. Cahaya langit yang jingga bersatu padu kontras dengan warna daun yang sudah jatuh di tepi-tepi jalan.
Taehyung menghirup udara bebas sambil berjalan menuju satu tempat. Ya, tentu dia tak sendirian saat ini. Dia ditemani Tata yang kini bersandar di bahunya.
Taehyung merengkuh tubuh Tata dengan penuh rasa kasih. Hebatnya, Tata seakan ikut menyemarakkan damainya suasana. Tata tidak menangis maupun merengek. Seolah terhipnotis fenomena musim gugur yang sangat tenang ini.
Mereka tiba di sebuah pagar pembatas. Dimana disana Taehyung dan Tata langsung disuguhkan pemandangan hamparan langit jingga yang mulai bersemu ungu.
Benar-benar perpaduan yang cocok.
Terlihat dari sana burung-burung camar yang berterbangan ke ufuk barat. Memburu tempat perlindungan dari malam yang segera datang.
Taehyung mendudukan Tata diatas pagar beton tinggi. Sehingga tubuh Tata setara dengan kepalanya. Taehyung sengaja memperlihatkan Tata pemandangan sore ini, dan dia memegangi tubuh Tata dari belakang.
"Ada berapa banyak burung yang Tata lihat? Hm?" tanya Taehyung pada anak lelaki semata wayangnya itu.
"Ba.. Ba..?"
"Kita hitung ya?"
"Il.. I.. Sam.. Sa..?" Taehyung melirik Tata sejenak. Ternyata bayi itu ikut memerhatikan burung camar. "O.. Yuk.. Chil."
"Ada tujuh burung camar yang terbang kesana," kata Taehyung.
"Mereka akan selalu beriringan menuju tempat dimana mereka mendapatkan ketenangan. Baba yakin, mereka telah bekerja keras seharian, dan mereka saling menjaga satu sama lain."
Taehyung menatap Tata dari samping. Wajah mungil Tata tersinari cahaya surya dan semakin menampakkan sisi menggemaskannya.
Tata memukul-mukul pelan wajah Taehyung lalu menunjuk satu objek yang terlihat dari sana. Seolah memberi tahu Taehyung agar melihat ke arah sana juga.
"Wae?" Taehyung melihat Tata dan menyamakan pandangannya dengan apa yang Tata tunjuk. Bayi itu hanya menunjuk pepohonan yang membuat Taehyung kebingungan.
"Mwoji Tata?"
Tata seolah ingin menggapai apa yang dilihatnya. "Ne. Itu hanya pepohonan, bae."
"Mereka memang hidup disana. Mereka suka air dan tempat yang lembab."
"Pon..?" Tata mencoba meniru ucapan Taehyung.
"Ne.." Taehyung tertawa senang mendengar Tata menirukannya.
Tata mengangkat tangannya bebas ke udara. Dia seperti memeluk angin dan berharap bisa menyentuh langit. Tata begitu polos dan apa adanya. Dia melihat apa yang ingin dia lihat.
"Kalau Baba jadi superhero, Baba mau ngajak Tata keliling dunia. Jadi gak perlu pake booking tiket segala."
Tata sibuk memerhatikan langit sambil menggapai-gapai udara.
"Itu namanya langit, sebutan lainnya cakrawala. Tempat dimana bintang, bulan dan matahari tinggal."
"Ba?"
"Mwoya brother?" Taehyung mengalihkan kembali fokus hanya pada Tata. Bayi mungil itu menunjuk setiap apa yang dilihatnya.
"Ini semua dinamakan ekosistem. Apa yang Tata lihat di sekitar Tata, tumbuhan dan hewan adalah bagian di dalamnya. Yang harus kita jaga selamanya, maka itu satu-satunya cara bumi ini selamat dari mara bahaya."
"Tata paham?"
Keduanya menatap mentari yang seolah ditelan bumi. Sebenarnya dia sedang bersembunyi dan membiarkan bulan mengambil posisi.
KAMU SEDANG MEMBACA
BabyGuard 𖠌
Fanfiction[end | bukan bxb] ❝Mereka jatuh dari langit? Atau keluar dari batu?❞ Menjadi ibu tanpa ayah? Mungkin ada alasannya kali ya? Tapi Menjadi ayah tanpa ibu. Itulah hal aneh yang dialami ketujuh manusia setelah sekitar puluhan tahun tinggal di bumi ini...
