CHAPTER 15 [BabyGuard] - Gara-gara DNA

1.6K 246 15
                                        

"Aish! Dikit lagi masuk tuh bola!" ucap seorang pria yang sedari tadi geregetan menunggu benda bulat di layar tv menjebol gawang lawan.

Disamping mejanya terdapat beberapa botol susu pisang, keripik pisang dan setumpuk piramida wortel segar. Sementara di sofa yang tengah di dudukinya sekarang terdapat banyak sekali mainan kecil.

Tak jarang mainan itu jadi penyebab penghuni rumah ini berjalan pincang bila terinjak.

Kedua mata Jungkook membulat sempurna ketika moment yang ditunggu-tunggunya sedari tadi akhirnya tiba. Bola itu semakin dekat digiring ke gawang lawan, semakin dekat, persiapan tendangan, dan..

Tap!

"HEOL JINJJA!?!" Jungkook membuka mulutnya hendak berteriak. Ingin sekali dia memprotes dan ndelosoran di lantai saat itu juga, tapi niatnya dia urungkan kembali setelah tahu Kookie lah yang memindahkan channel tv-nya.

Bagaimana bisa remote tv diambil alih Kookie sedang sebelumnya berada di tangan Jungkook. Ah, anak itu.

Kookie dikenal sebagai bayi yang paling jahil dan menyebalkan diantara bayi lainnya. Dia tidak ragu melakukan hal yang akan menguji kesabaran Jungkook.

Kookie sering menjatuhkan botol susu dengan sengaja, mengganggu Jungkook dengan cara masuk ke dalam baju dan celananya, bahkan pernah sekali waktu saat Kookie memakan selai stroberry, dan Jungkook ketiduran di sebelahnya, bayi itu melumuri penuh wajah ayahnya nyaris seperti roti isi.

"Bae, Daddy minta remote-nya ya?" ucap Jungkook hari-hati dan berusaha selembut mungkin.

"Daddy...daddy..bap,bap." Kookie malah mendekat dan memencet hidung Jungkook seperti tombol.

"Ayolah, Baby bunny.." Jungkook menghela nafas pasrah pada keadaan. Dia bersandar ke sofa dan memilih diam saat channel tv kerap diganti oleh Kookie.

"Bae," panggil Jungkook ditengah kesibukan Kookie memainkan remote. Kookie menengok ke arahnya dengan puppy eyes dan bunny smile.

Jungkook menunjuk-nunjuk pipinya sendiri, "Ppoppo." Pria itu bersikap seperti anak kecil. Itu sebuah kode agar Kookie mengecup pipinya. Dan, cup.

Sang Baby Bunny baru saja membuat seluruh molekul di tubuh Jungkook terasa melayang. Belum lama Kookie hadir di kehidupannya, tapi mampu merubah hampir seluruh apa yang dia punya. Menjadi lebih berarti.

"Nah, sekarang Daddy minta remote-nya boleh ya?" pinta Jungkook.

Kookie mengabaikannya dan masih memencet tombol-tombol remote sesuka hati. Tidak peduli tv-nya rusak atau tidak, yang penting Kookie senang mendengar suara dan gambar tv yang berganti-ganti.

Jungkook membuang nafas gusar, "Anak Jungkook, paras Jungkook, sifat Seokjin." batin Jungkook. Jungkook merebahkan badannya di sofa, tepat di belakang punggung Kookie yang terduduk.

Ini sungguh mengundang kantuk baginya.

Tiba-tiba dia mendengar siulan misterius yang entah dari mana tapi sangat jelas suaranya. Matanya meneliti langit-langit dan refleks memegangi punggung Kookie berjaga-jaga. Dia tidak asing dengan siulan ini, sangat dikenalnya, tapi di ruang ini hanya ada dia dan Kookie. Tidak ada orang lain.

Ah, ternyata itu siulannya sendiri di bagian intro lagu DNA.

Entah magnet apa yang membuat Kookie berhenti dan terpaku di satu channel. Padahal sebelumnya semua channel terlihat membosankan. Kookie diam tak berkutik ketika melihat wajah Daddy-nya di layar tv. Memang channel itu kerap menayangkan ulang MV BTS secara random.

"Daddy?" Kookie merasa keheranan. Mungkin baginya aneh mengapa orang di tv itu sangat mirip dengan Daddy-nya.

"Itu Daddy, Kookie."

BabyGuard 𖠌 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang