Happy Reading💜💚
.
.
.
.
.
Gangwon-do, 20.00 KST.
Sebab tuntutan persediaan makanan dirumah habis, Bangtan beramai-ramai mengunjungi supermarket sudah seperti satu kelurahan, Para Bapak dan anaknya ini berbelanja sembari jalan-jalan malam di kota Gangwon.
"Jin hyung..!! Mereka tuh apaan sih ukurannya? Lupa gue," lontar Taehyung berteriak tak kenal tempat karena kebingungan memilih dua bungkus popok di tangannya.
"M lah." Kebetulan Seokjin ada di rak sebelah. "Ambil aja yang sekarung itu."
"Buset lo! Buat apaan hyung?"
"Biar gak bolak-balik supermarket mulu."
Taehyung manggut-manggut paham lalu mencoba mengambil satu pack besar popok berisi 100 pcs berukuran M di rak paling atas. Sayangnya, itu sangat tinggi dan Taehyung sulit menggapainya.
Cowok itu kesusahan sampai pada akhirnya dia melihat sebuah kursi nganggur di samping rak.
"Lah lu ada disini? Ngomong ngapa yak! Gue kesusahan dari tadi!" dumelnya memukul kursi itu.
Dengan bantuan kursi, Taehyung dengan mudah menggapai satu karung popok itu.
"Nah, popok udah, sehabis ini kita beli permen ya Ta," ucap Taehyung pada sang anak sembari memasukan sekarung popok itu ke troli belanja. Namun anehnya, tak terdengar satupun sahutan dari Tata.
"Ta..?"Taehyung mulai celingukan mencari Tata.
" Perasaan dia disini tadi, "
" Ta? Tata..!!?"
"Waduh! anak gue kemana ini?!" Taehyung meninggalkan trolinya dan berlari menyusuri rak-rak. Saat itu member bangtan berpencar dan berbagi tugas hingga saat Taehyung lengah, Tata kabur begitu saja tanpa diketahui member yang lain.
Bayi-bayi bangtan kini sudah bisa berjalan. Bahkan bisa berbicara meniru para ayahnya. Maka tak heran, tenaga, kesabaran, dan kefokusan bangtan untuk menjaga mereka bertambah kali-kali lipat.
"Yoongi hyung! Lihat anak gue gak?!" tanya Taehyung dengan nafas terengah-engah habis berlari.
Yoongi yang sedari tadi bersama Suga di rak sikat gigi, menggeleng heran. "Dia hilang? Lu gimana sih?!" tanya Yoongi malah mengomeli keteledoran Taehyung.
Taehyung berdecak kesal, langsung saja dia melesat berlari ke rak lainnya.
Begitu sampai di rak sabun mandi, bahu Taehyung menurun lega.
"Aigo bae.. Baba kebingungan cari kamu, ternyata disini." Taehyung mendekati Tata. Menyetarakan tinggi badan anak itu yang tengah mencoba bicara sesuatu.
Tata menunjuk deretan sabun batangan yang identik sebagai pemutih kulit wanita. "Ige mwoya? Tata mau."
"Itu sabun sayang, bukan permen."
"Tata mau..." pinta Tata.
"Buat apaan yang? Itu gak bisa dimakan.." Taehyung mulai cemas. Takutnya Tata kekeuh ingin membeli sabun itu untuk makanannya.
Tata meraih sebatang sabun mandi wanita dan disuguhkannya ke depan hidung Babanya.
"Wangi Ba," lapor Tata.
"Iya wangi, tapi gak bisa dimakan. Tata beli permen di depan aja iya?" bujuk Taehyung berusaha memberi tawaran yang lebih menggiurkan tanpa memberi kesan bahwa dia melarang Tata.
KAMU SEDANG MEMBACA
BabyGuard 𖠌
Fanfiction[end | bukan bxb] ❝Mereka jatuh dari langit? Atau keluar dari batu?❞ Menjadi ibu tanpa ayah? Mungkin ada alasannya kali ya? Tapi Menjadi ayah tanpa ibu. Itulah hal aneh yang dialami ketujuh manusia setelah sekitar puluhan tahun tinggal di bumi ini...
