.
..
...
....
.....
Tidak ada Jin, tidak ada kesenangan untuk Jiyeon. hari ini lebih bosan dari hari sebelumnya, Krystal dan Hongbin yang harus mengambil kelas seni lebih awal dari jadwalnya menambah kesepian Jiyeon, Jisung juga tidak datang kali ini dia sibuk ujarnya atau mungkin tengah menerima hukuman karena lupa dengan tugasnya lagi, dan Sehun entah kemana larinya setelah jam pertama selesai.
Jiyeon mendesah, memasuki perpustakaan. Melangkah lebih dalam, Jiyeon memilih meja yang berada di ujung ruangan, tempat yang hampir jarang di sentuh oleh para siswa lainnya, dan merupakan tempat yang tepat untuk persembunyiannya kala dirinya dilanda rasa bosan.
Untuk beberapa menit Jiyeon membuka satu buah buku, ia membuka setiap lembarnya sesekali ia membacanya, namun lebih banyaknya ia hanya membolak-balikan setiap lembaran buku itu. Jiyeon menghembuskan nafasnya, dengan menopang dagunya Jiyeon meneliti semua siswa yang berada di sana, tidka ada yang bisa diajaknya untuk bicara, lantas menelungkupkan wajahnya diantara lembaran buku yang terbuka.
Sehun diam bersidekap, berhasil membuatnya menguap untuk beberapa kali tidak ada yang bisa dilakukannya. Jiyeon masih tertidur seperti saat setengah jam yang lalu dirinya tiba dan menemukannya sudah tertidur pulas di perpustakaan. Sehun perlahan mengangkat tangannya, mendekati wajah Jiyeon beberapa detik ia terpaku kemudian.
TAKK..
Jiyeon terbangun dibarengi suara ringisan mengaduh, Jiyeon menatap tajam Sehun. "apa yang kau lakukan" Jiyeon memprotes, tubuhnya sudah tegap menghadap Sehun.
"tentu saja membangunkanmu" tanpa rasa bersalah Sehun menjawab, pria itu menghadapkan tubuhnya pada Jiyeon. "kau terlalu lama tidur, tubuhku saja sakit menemani mu" Sehun membuat gestur memutar satu tangan dengan tangan lainnya yang sengaja memegangi bahunya.
Jiyeon berpikir, kemudian baru tersadar jika dirinya tertidur. Ia menatap jam dipergelangan tangannya, lebih dari satu jam ia tertidur. Ia tersenyum kecil, merasa bodoh sudah tertidur selama itu di perpustakaan.
"mereka pasti mencari kita" Sehun segera bangkit, meninggalkan Jiyeon lebih dulu membiarkan Jiyeon yang sedikit tergesa menyusulnya.
"kyaa, kemana saja"
Sigap Sehun menangkap tas yang di lempar hongbin, Pria itu bersandar di pintu mobil miliknya. Sehun, melirik Jiyeon yang berdidri disampingnya, "tanyakan saja padanya"
Jiyeon tersenyum, menjelaskan jika dirinya sudah tertidur di perpustakaan. Membuat Krystal berdecak, meminta Jiyeon untuk tidak lagi mengulangi kebiasaannya tertidur di mana saja. "kau bersama Sehun saja, aku dan Hongbin harus mencari alat lukis untuk tugas lusa"
Jiyeon mengangkat bahunya, kemudian mengekor pada Sehun.
"kau membolos, kemana?" Jiyeon bertanya, kini keduanya sudah berada di dalam mobil. Sehun menghentikan laju mobil ketika lampu merah menyala, sejenak ia menoleh kearah Jiyeon.
"kau pun membolos"
Jiyeon memutar bola matanya, "maksudku jam sebelumnya"
Sehun tidak segera menjawab, ia menekan pedal gasnya sat lampu berubah menjadi hijau. "ada urusan" singkatnya.
Baiklah, sudah cukup. Jiyeon tidak akan melayangkan pertanyaan lagi, Sehun bukanlah tipe yang suka mengumbar urusannya sendiri, meski itu pada sahabatnya sendiri. Sehun, terlanjur memiliki sisi yang sedikit dingin dan tidak menyukai bila orang lain terlalu jauh ikut kedalam kehidupannya. Dan Jiyeon tahu itu, Sehun adalah seseorang yang tidak mudah tersentuh.
