hari keenam

43 6 0
                                        

"KAK JISOOO!!! Gue telat lo gak bangunin gue!!!" Teriak Lia saat baru membuka matanya dan kaget melihat matahari sudah sangat terang.

Jisoo yang masih merem di sebelahnya pun juga terbangun kaget.

"HAH? Jam berapa emang?" Tanya Jisoo panik. Lia hanya mendengus kesal.

"Masih jam 06.00, Li. Masih ada 20 menit kamu ke sekolah. Cepet! Mandi bebek sana!" Perintah Jisoo.

Lia pun segera bergegas ke kamar mandi, dan benar saja ia hanya cuci muka-sikat gigi-sabunan sekenanya.

06.15

"Kak, Lia berangkat!"

"Sarapannya makan di bis ya!" Kata Jisoo.

Lia segera lari tergesa-gesa ke halte bis. Sudah dapat dipastikan Lia akan terlambat. Ini dikarenakan Lia yang main RP di twitter hingga pukul 2 malam dan Jisoo yang marathon drakor sampai subuh.

Kalau kalian bingung kemana orang tua Lia dan Jisoo, mereka adalah tipe orang tua yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ayah Lia, adalah salah seorang pemilik bisnis tambang terbesar di New York. Ya, ayah Lia memang masih keturunan sana. Lalu Ibu Lia, beliau asli Yogyakarta, beliau merupakan guru Bahasa Indonesia di Korea Selatan. Ayah dan ibu Lia biasa pulang setahun 2 kali saja saat liburan panjang. Mangkanya Lia hanya tinggal mandiri berdua bersama Kakak satu-satunya—Jisooya Ayu Wisanggeni, yang bekerja sebagai pelayan di toko roti.

06.40

"PAK!!! Bukain gerbangnya dong pak!" Lia memohon kepada Pak satpam begitu tiba di depan gerbang yang terkunci.

"Bawa orang tua mu kesini dulu, baru boleh masuk sekolah." Jawab Pak satpam.

Kalau sudah mendengar kata orang tua, Lia hanya bisa pasrah. Kan orang tuanya di luar negeri. Mana bisa dengan sekejap ada disini. Kak Jisoo juga pasti sudah berangkat kerja.

Akhirnya Lia memilih untuk duduk di bangku panjang yang ada di dekat gerbang sana. Menunduk dan berfikir apa yang harus ia lakukan. Mana sendirian. Bisa-bisanya hanya Lia yang terlambat. Baru saja hari ke-enam sekolah sudah terlambat. Dasar Lia!

"Pak, bukain saya pak!" Teriak cowok tiba-tiba yang baru saja datang. Membuyarkan Lia dan pikirannya.

"Bawa orang tua kamu dulu kesini, baru bapak bukain." Pak satpam itu mengulang jawaban yang sama seperti pada Lia tadi.

Cowok itu hanya mendengus kesal sambil mengacak sedikit rambutnya.

"Eh Kak Lino?" Lia mendapati wajah itu yang ternyata adalah Lino.

"Eh iya." Lalu Lino hanya tersenyum.

"Telat, Kak?" Tanya Lia. Bodoh Lia! Sudah tahu Kak Lino ini telat juga.

"I-iya, nih. Kamu juga?"

Lia hanya menganggukkan kepalanya pertanda sebagai jawaban iya.

"Telepon orang tua kakak aja!" Saran Lia.

"Enggak bisa, kayaknya."

"Kenapa enggak bisa, Kak?"

"Enggak bisa aja. Kamu mau tunggu orang tua kamu?"

Lia hanya menggelengkan kepalanya.

"Terus mau kemana? Pulang lagi?"

"Tapi pulang juga percuma, enggak ada orang di rumah. Saya ikut kakak boleh?" Tanya Lia dengan polosnya. Sudah tidak bisa dideskripsikan lagi seberapa polosnya anak ini.

"Hah?" Lalu Lino hanya tertawa mendengar permintaan Lia itu.

"Tapi saya juga enggak punya tujuan untuk bawa kamu. Dan saya belum kenal Kamu." Jawab Lino.

Enthusiast ; Lee KnowCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang