• Bagian 1 •
Perempuan tak beraturan
Dalam sebuah ruang gelap
Ku langkahkan kaki tak tahu arah
Menyusuri tiap jalan tak beratap
Tanpa sadar bahwa kakiku berdarah
Orang lain melihatku selalu bingung
Topeng ini selalu dipasang
Menutupi seluruh watak yang mengapung
Tak pernah berhenti bersarang
Hei, katanya
Kau itu sedang apa, tak tahu diri
Meratapi sang surya yang tak bersuara
Semesta menatapku kesal yang mencampuri
Aku ini siapa?
Hanya perempuan kecil yang penuh luka
Setiap malam selalu gelabah
Yang hanya bisa membancang amarah
Jam dinding yang selalu berdetak
Seakan-akan mengingatkan tanpa berteriak
Menahan diri agak tak menyentak
Aku diam, lalu terisak
Atmaku selalu berkecamuk
Selalu berusaha agar bisa bebas
Tetapi, ia hanya bisa mengamuk
Membuat diri selalu dirundung cemas
KAMU SEDANG MEMBACA
Suara Atma
PoetryDi dalam hati yang paling dalam, atma mu ada. Di dalam relung jiwa yang paling tulus, atma mu butuh tempat. Di dengarkan, layaknya kamu mendengarkan keluh kesah orang lain. Di pahami, layaknya kamu memahami sifat orang lain. Atma butuh itu, bahkan l...
