Jeongin dan Beomgyu bersembunyi bersama di dalam aula.
"Lo yakin disini aman?"
Beomgyu mengangguk, "Asalkan lampunya jangan dinyalain, itu bakal mengundang siapa saja sekalipun si pembunuhnya" Ucapan cowok itu berhasil membuat Jeongin bergidik ngeri.
Mereka bersembunyi di sudut pojok aula dibalik alat-alat pengeras suara. Toh suasana nya sangat gelap, mau sembunyi di mana pun mereka tak akan kelihatan.
"Pembunuhnya ada berapa sih?" Bisik Jeongin pelan.
"Mana gue tau lah," ketus Beomgyu, "Eh tapi sumpah ya gue masih dendam sama si Minkyu, Daehwi. Sebenarnya gue gamau nyalahin mereka bedua tapi firasat gue mereka memang sengaja ngelakuin kaya gini, hadeehh"
Jeongin terdiam beberapa saat, "Ah udahlah gausah dipikirin, toh kita juga udah berada disini dan tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula. Yang penting lo, gue harus selamat dari permainan bangsat ini" Ujarnya pelan tetapi masih ada keraguan. Apa benar mereka akan selamat sampai akhir permainan?
"Semoga saja kita selamat, gue yakin. Suara aneh itu bilang kita gaboleh percaya siapapun kan? tapi gue bisa percaya sama lo doang, gatau yang lain." Ujarnya di akhiri oleh helaan nafas.
"Tenang aja Gyu," Cowok itu menepuk pelan pundak temannya, "Gue juga percaya sama lo, dijamin aman sama karakter gue, gue emang gatau lo dapet peran apa, tapi semoga saja lo good side"
Beomgyu tertawa pelan, "Haha udahlah gausah melow begini behel, kita gak akan mati kok, pasti!" Berbeda dengan Jeongin, dia tampak lebih percaya diri.
Saat itu pintu aula terbuka membuat kedua pemuda itu terdiam dan merinding, perlahan Jeongin mengintip ke arah seseorang yang tengah menutup pintu aula pelan, dilihat dari tubuhnya dan rambutnya dia adalah perempuan, tapi Jeongin belum bisa memastikan siapa perempuan itu.
Jeongin menatap Beomgyu ketakutan, takut bila perempuan itu adalah pembunuhnya. Beomgyu bertanya dengan mulut terbuka tanpa suara menanyakan siapa orang yang baru saja datang, Jeongin hanya menggeleng tak tahu.
"Anjir gue merinding, sat"
Lagi-lagi kedua pemuda itu mengernyitkan keningnya saling bertatapan, seperti mengenali siapa suara perempuan ini.
"Duh sembunyi di mana nih gue?" Rutuk perempuan itu sembari mondar-mandir.
"Panggil aja" Bisik Beomgyu pelan bahkan hampir tak bersuara. Jeongin mengangguk setuju, pasti perempuan itu bukan pembunuhnya karena dia sendiri ikut memilih bersembunyi.
"Hei, kesini" Jeongin berhasil memanggil perempuan itu. Perempuan itu terlonjak kaget setengah mati, bahkan dirinya hampir memekik kencang kalo saja Jeongin tidak menyuruhnya untuk berisik.
"Sssstt, sini!" Mungkin sekarang ini cowok itu sudah mengetahui siapa perempuan di depannya.
"J-jeongin?"
"Iya gue sama Beomgyu" Beomgyu mengeluarkan kepalanya menatap perempuan di depannya.
"Ah elah ternyata si Choerry"
Choerry hanya terkekeh sembari berjalan ke arah mereka, lalu ikut duduk di lantai disebelah Jeongin. Choerry menghela nafas, "Ternyata gue ga sendiri"
KAMU SEDANG MEMBACA
Serial Killer 01 line✔
Mistério / Suspense𝘛𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨-𝘮𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨. "𝘾𝙝𝙤𝙤𝙨𝙚 𝙩𝙤 𝙟𝙤𝙞𝙣 𝙢𝙚 𝙤𝙧 𝙙𝙞𝙚..." 𝚆𝙰𝚁𝙽𝙸𝙽𝙶 ❕❕ 𝙷𝚊𝚛𝚜𝚑 𝚆𝚘𝚛𝚍𝚜 + 𝚅𝚒𝚘𝚕𝚎𝚗𝚌𝚎 𝐒𝐭𝐚�...
