Semua berlarian tanpa arah, ada yang berdua ada pula yang sendiri. Minju menarik lengan Nako untuk bersembunyi bersama lagi, karena hanya Nako dan Minkyu lah yang ia percaya selama ini, walaupun Minkyu nyatanya ingin memilih bersembunyi sendiri.
Mereka berdua memutuskan untuk bersembunyi di aula, tempat yang sebelumnya dijadikan persembunyian Beomgyu, Jeongin dan Choerry.
Karena aula sangat luas, mereka berlari dalam kegelapan. Hanya sedikit cahaya yang masuk dari balik jendela, cahaya yang dipancarkan dari rembulan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk bersembunyi di balik panggung. "Minju, takut..." Nako mencengkram keras lengan Minju.
"Gue juga takut, semoga pembunuhnya ga berjalan kesini ya." Bisik Minju pelan.
Tak lama kemudian mereka berdua mendengar suara sepatu yang berjalan dari arah pintu, membuat Minju dan Nako sesaat tercekat seakan kehilangan pasokan oksigen. Jantung mereka saling beradu cepat, tatkala mereka melihat sekilas bayangan dari arah tembok. Nako menutup mulutnya sembari berdoa, begitupula Minju yang memeluk tubuh kecil Nako.
Sekitar 1 menit sosok itu berada di aula, lalu setelahnya suara sepatu terdengar semakin jauh dan semakin hilang, mereka yakin pasti sosok itu sudah keluar dari aula. Mereka saling menatap takut, Minju memutuskan untuk mengintip dari balik panggung, Nako menahan tangan Minju, tetapi Minju menggeleng ia akan tetap memeriksa semoga saja sosok itu sudah keluar.
Tak ada siapapun, berarti sosok itu sudah keluar dari gedung. Minju menghela nafas dengan keringat dingin yang bercucuran, tiba-tiba ia mendengar suara isakan yang berasal dari Nako. Perempuan bertubuh mungil itu terlihat sangat ketakutan, Minju memegang lengan Nako yang sangat dingin. "Jangan nangis..."
"Minju, kalo gue mati disini jangan lupain gue ya..."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Chaeryeong memutuskan untuk bersembunyi bersama Somi, mereka berdua berjalan di koridor dalam kegelapan. Somi yang di ajak bersembunyi bersama Chaeryeong hanya pasrah, mungkin ia bisa percaya dengan perempuan itu tetapi entah mengapa ia merasa janggal seolah ada sesuatu yang harus ditanyakan kepada perempuan itu.
"Chaeryeong."
Gadis itu tak menjawab dia hanya menoleh menatap Somi, walaupun gelap Somi masih melihat bahwa gadis itu menoleh ke arahnya.
"Bukannya gue curiga sama lo, tapi kenapa lo tiba-tiba narik tangan gue? Bukannya lo sama Ryujin?" Tanya Somi pelan takut bila Chaeryeong mengira dirinya tengah mencurigainya.
Chaeryeong hanya menggeleng, "Gapapa." Jawabnya singkat, membuat Somi menatap lurus ke depan dengan ekspresi bingung.
Mereka berjalan pelan saling diam, tak ada satu kata pun yang terlontar diantara mereka. Mereka sibuk memikirkan sesuatu, sampai akhirnya Somi meluapkan isi pikirannya. "Sumpah, gue ga nyangka Daehwi udah ga ada." Rasanya ia ingin menangis lagi, tetapi percuma, menangis tak akan mengembalikan Daehwi hidup kembali.