Holla... I'm back😂
Alhamdulillah, bisa up lagi hari ini.
.
.
.
Ga terasa udh Ramadhan saja,
buat kalian yang lagi puasa semangat ya pusanyaa...
~ Ramadhan_Kareem🙏
.
.
Oke, selamat membaca💕
*****
Kriing...
Bel pulang sekolah berbunyi, Ataya mengemasi barang - barang nya di kelas dan menuju ke kelas beladiri, karena sekarang adalah jadwal untuk latihan. Namun, sedari tadi ia tidak melihat Karel di kelasnya, apa mungkin ia kesakitan dan pergi ke UKS. Tiba - tiba rasa bersalah muncul di benaknya, kemudian ia memutuskan untuk melihatnya di UKS.
Disepanjang lorong kelas yang ia
lewati, Ataya merasakan hatinya sangat gusar sekali mengingat Karel. Sesampai di depan UKS ia melihat Ratna, teman sekelasnya yang sedang mengunci ruangan tersebut.
"Na, jangan ditutup dulu!"
"Ata, ada apa?"
"barusan ada seseorang nggak, yang masuk ke UKS?" tanya Ataya.
"barusan Karel, tapi dia sudah pergi."
Mendengar bahwa Karel barusan berada di UKS, membuat Ataya semakin gusar, secuek - cueknya Ataya kepada cowok, tapi dia juga memiliki rasa iba, dan tanggung jawab. Dari lubuk hatinya yang dalam, ia harus mencari keberadaan Karel dan merasa bahwa harus minta maaf kepada Karel atas kesalahannya.
"gitu ya, makasih Na."
"Oke."
Ataya kembali menyusuri lorong kelas, dan mencari Karel.
Sudah 20 menit ia mencari kebeeadaan Karel, namun tak kunjung ada. Ataya menghembuskan nafas panjang, ia pasrah untuk mencari Karel, Ataya memutuskan untuk pergi ke kelas beladirinya, dan meminta maaf padanya di esok pagi.
Sesampai di depan kelas beladiri, ia membuka pintu dan hanya ada beberapa anak yang sudah berkumpul disana. Kemudian Ataya berjalan menuju ke penyimpanan tas, menaruh tasnya disana, dan mengambil pakaiannya yang berada di dalam tasnya.
Saat membuka tasnya, ia lupa akan bungkusan kresek yang berisi roti dan sekotak susu pisang, Ataya mengernyitkan dahinya, ia belum mengetahui siapa yang telah memberinya.
Tanpa babibu, Ataya mengambil roti dan susu pisang yang ada di dalam kresek tersebut dan memakannya, toh ia lapar sedari tadi belum makan apapun. Saat Ataya sedang memakan roti tersebut di kursi panjang, seseorang datang membuka pintu kelas tersebut.
Mulut Ataya menganga, ia mengedip kan matanya, ia tidak salah liat, bahwa disana terdapat Karel yang telah memakai seragam beladiri membuatnya tampak cool. Ataya menepis pikirannya jauh - jauh tentang itu dan cepat - cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain, dan membalikkan badannya. Ia berpikir, bagaimana bisa Karel ikut kelas ini juga pikirnya, tadi dia tampak kesakitan, namun sekarang ia tampak baik - baik saja, di tambah dia masuk kelas beladiri sama seperti Ataya.
Ataya mencoba membalikkan badannya sedikit untuk memastikan keberadaan Karel.
Sial umpat Ataya, Karel sedang berjalan kearahnya.
Puk...
Karel menepuk pundak Ataya yang sedang membelakanginya.
"permisi, tempat penyimpanan tas dimana ya dek?" tanya Karel kepadanya.
"Apa - apaan, gue dipanggil adek, nyebelin banget nih cowok!" gerutu Ataya dalam hati, dan perlahan - lahan ia membalikkan badannya mencoba menghadap ke arah Karel.
Karel POV
"sialan, jadi bersih - bersih sendiri lagi kan!" gerutunya dalam hati sambil memijit - mijit kakinya yang kena injak Ataya sepeninggalnya di toilet lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nevertheless
RomanceNEVERTHELESS a.k.a ATAREL (UPDATE & REVISION) [ CERITA INI AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT.] (15+) [on going] Pahitnya kepedihan, rasa sakit yang pernah ia alami di dalam lingkaran keluarga, sahabat, dan orang-orang sekitar, sudah ia rasakan berulang...
