10 : "Lapangan Basket."🌛

908 85 19
                                        

PERHATIAN BUAT KALIAN⚠
PART INI SANGAT PANJANG wkwkwk 😂
SELAMAT MEMBACA❤

Mempesonanya dirimu
Menyungging senyumanmu
Menghiasi raut wajah sendumu
namun mendiamkan detak jantungku
Mataku mencuri senyummu
perlahan menghantam jantungku
Bingung aku dengan kehadiranmu
Mungkinkah kau akan menerimaku
Kutakut akan kehilanganmu
andai kau tahu perasaanku yang jatuh cinta kepadamu.

"Lo cantik kalau tidur." ujarnya.

Kemudian Ataya mengeliat di depan Karel. Manis gumannya. Tak tega melihatnya tidur di bawah, Karel kemudian membopong Ataya untuk tidur di sofa yang tadinya duduk di lantai. Lagi-lagi Karel menatap muka Ataya yang sangat manis dan polos, kemudian beralih ke pipinya yang agak chubby, dan yang terakhir beralih pada bibir mungilnya yang berwarna pink muda itu. Perlahan Karel mendekatkan wajahnya kearah Ataya yang masih pulas, sampai jarak keduanya sangat amat dekat dan ya, Karel dapat merasakan hembusan nafas gadis tersebut.

"Astaga, gue apa-apaan sih!" runtuknya, dengan membalikkan posisinya pada semula, dan menepis jauh-jauh pikiran resenya itu.

Karel beralih pada soal Ataya yang masih terkerjakan dua soal oleh Ataya, dan ia mulai menyelesaikannya. Setelah menyelesaikan semua soal dan menatanya di meja dengan rapi, ia beranjak pergi pulang tanpa berpamitan karena Ataya sangat pulas sekali jika tidur. Tak lupa memberikan sebuah surat pada sobekan kertas kecil untuk Ataya.

Kemarin gue langsung pulang, karena liat lo tidur pulas banget, sorry ya.
Eh tapi, waktu lo tidur itu muka lo manis banget kaya gulali^^.

"Alay gak sih, bodo amat biarin lah." ujarnya monolog. Kemudian ia menaruh kertas tersebut di atas buku-buku, dan beranjak menutup pintu rumah Ataya dan bergegas untuk pulang menuju rumahnya.

•••••

Karel memarkirkam motor KLX hitamnya di halaman rumah dan masuk ke dalam. Tanpa ia ketahui, seseorang tengah menunggu kedatangannya di ruang tamunya.

"Dari mana lo dek?" kata Citra, kakak perempuan Karel yang sedang duduk di sofa dengan snack yang ada di tangannya.

Karel yang menyadari keberadaan kakaknya itu langsung menaiki tangga dan menuju kamarnya tanpa mengubris lagi pertanyaan dari Citra.

"Woy bocah, gue aduin ke mama mampus lo! Habis pacaran lo ya malem-malem?" ujarnya mengintimidasi.

"Mulut lo! Gue sumpelin bantal ntar." ujar Karel dengan langkahnya yang berhenti di tengah-tengah tangga kamarnya.

"Dari mana!? Siapa pacar lo?"

"Siapa juga yang pacaran!" ujarnya malas.

"Awas lo kalau sampe ketahuan!"
ancamnya.

"Hmm."

Setelah itu ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang kasurnya, sembari menatap langit-langit kamarnya yang sedikit tersinari oleh cahaya malam hari. Di lihatnya sebuah sosok gadis manis dalam bayangannya siapa lagi jika bukan Ataya.

"Gue sayang sama lo." lalu tak lama kemudian Karel terlelap dalam tidurnya dan masuk dalam alam mimpinya.

•••••

NeverthelessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang