Happy reading...
Namanya Alesya Dynara. Dia anak tunggal dari keluarga besar pemilik kekayaan terbesar ketiga di Korea Selatan.
Sebenarnya dia dulu tinggal di London, tapi beberapa tahun lalu dia pindah ke Korea Selatan untuk mengikuti perjalanan bisnis ayahnya.
Kehidupannya mendekati kata sempurna. Semua kemauannya akan dituruti oleh kedua orang tuanya.
Tak hanya cantik. Ia juga seorang yang berhati baik. Dia selalu ceria sepanjang hari. Dan menghabiskan waktunya dengan penuh rasa bahagia.
Dia juga merupakan pewaris tunggal dari perusahaan ayahnya yang terbilang sangat besar. Namun tak diragukan, karna Alesya juga menuruni kecerdasan ayahnya.
Jika dijelaskan dengan kata-kata, maka Alesya seperti tak memiliki kekurangan.
Sudah cantik, kaya, pintar, dan ceria.
Semua orang jika membicarakan dia, dibuat iri dengan semua keberuntungan yang ia dapatkan.
Ia selalu terlihat ceria dimanapun menampakkan bahwa ia begitu menikmati hidupnya.
Saat ini hujan sedang mengguyur kota Seoul.
Alesya sedang sibuk dengan tugas kuliah dikamarnya. Dengan mata yang begitu fokus, tangan yang mengutak-atik laptop, ia ditemani oleh sepotong roti dan susu disampingnya yang tadi disiapkan oleh pelayan rumahnya.
Kamarnya tampak mewah dengan aksesoris yang mahal. Semua perabot rumahnya berkilauan. Yang didominasi oleh warna gold.
Sambil menyetel lagu kpop kesukaannya, meskipun diluar hujan deras ia menikmati suasana hangat dari alat penghangat ruangannya.
Namun tiba-tiba suara musiknya terhenti, dan berganti.
Dert dert dert....
"Halo? Ada apa Van?"
Terdengar suara tawa Vanessa dari sebrang telepon.
"Hehehe Sya, buruan sini ke restoran. Disini kita lagi pada ngumpul. Kita mau bahas rencana ikut fansign BTS seminggu lagi. Mau gabung ga?"
"Yang benar saja Van. Jelas aku harus ikut lah. Aku sangat ingin bertemu dengan Jimin Oppa"
"Ya sudah buruan. Aku langsung kirim alamatnya saja ya. Ngga pake lama."
"Siap boss, otw."
Alesya segera berganti pakaian dan berdandan sesimple mungkin.
Ia mengambil tas selempangnya dan mengambil kunci mobil. Tak lupa ia pamit dulu pada ayah dan ibunya yang sedang berada di ruang tengah.
"Yah, aku mau main sebentar ya sama teman-teman. Cuma makan di restoran kok."
"Jangan pulang larut malam ya nak," pesan Ayah.
"Oke Yah, bye.."
Dengan kecepatan sedang ia mengendarai mobilnya. Tak butuh waktu lama untuk sampai direstoran, karena memang jarak rumahnya dengan restoran tempat temannya berkumpul hanya berjarak 5 km saja.
Ia masuk ke sebuah restoran bergaya Italy. Yang tampak mewah namun elegan. Dekorasinya cukup menawan.
Tampak lampu warna-warni menghiasi tepian jalan restoran itu.
Alesya berjalan sambil menengok kanan kiri untuk mencari sahabatnya tersebut.
Kemudian dibagian pojok restoran, tampak seseorang melambaikan tangan kepadanya. Ya, itu adalah Vanessa.
Kemudian Alesya bergegas jalan menuju temannya itu.
"Hai girls, aku datang..." sapa Alesya.
"Hai Sya, langsung duduk aja." jawab Agatha.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Miracle
FanfictionSetiap cinta harus melewati proses yang panjang untuk bisa berjalan beriringan. Tak butuh untaian kata untuk diungkapkan, cukup hati yang berbicara dalam diamnya. Cinta bukan soal paksaan, tapi cinta tumbuh seiring berjalannya waktu. "Aku bisa mend...
