"semua butuh waktu untuk menyimpan kenangan itu. Tapi, untuk menyimpan rasa kepadanya dan melupakannya sama saja aku menyakiti diri sendiri dan entah sampai kapan."
- Y.I.F.(?) -
-Y.i.Fatamorgana(?)-
Zahra berdiri didepan bor, bukan untuk menulis jawaban ataupun menulis materi. Ia diperkenankan untuk memperkenalkan diri didepan murid kelas XI ipa 3.
Sebelas ipa tiga.
Ia sudah mendengar beberapa cerita kelas ini dari mulut cewek berkuncir kuda tadi.
"orang orang didalam kelas ini pada aneh, kadang sok cool didepan yang bening bening, kadang ngegombalnya minta ampun pengen rasanya kalo ngobrol bukan pake mulut tapi pake golok. Kadang iyuh2nya suka kumat. Dan terkadang pula sangenya mereka itu kumat, pengen banget gue jorogin mereka dari lantai 3 pas lagi ke Lab." Kata Sahla cerita.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pagi semua..." sapa Zahra kepada penghuni kelas.
"Waalaikumussalam, pagi..." serempak mereka menjawab. Tak lupa ada yang berbisik bisik.
"Gue Azzahra andini ferliana, my friend call me Zahra, but my fammily call me Liana. Pindahan dari smk bangsa bandung. Terimakasih"
Mata Zahra terfokus pada sosok yang berada di barisan kedua dari belakang. Adnan. Matanya begitu tajam menatapnya sehingga zahra berfikir kayaknya dia marah banget deh sama gue.
"Oke anak-anak, zahra ini pindahan dari bandung dan masuk kesini karna pak Zayn papahnya. Ada yang mau tanya?"
Para ciwi ciwi itu saling berbisik, celingak celinguk untuk melihat siapa yang akan bertanya. Zahra harap tidak ada.
"Ya Jeri? Mau bertanya?" Tanya pak Dandi kepada sosok siswa yang duduknya berada disudut kelas. Juga mengangkat tangannya tinggi.
Yang namanya Jeri itu berdiri, menatap semua murid kelas dengan senyuman jailnya. "Perkenalkan nama saya Raden Jeri Revaldy. Disini saya ngga nanya tentang kehidupan lo. Tapi disini saya ingin bertanya..." Jeri menggantungkan kalimatnya membuat semua orang penasaran akan kalimat pertanyaan Jeri. Termasuk Zahra.
"Kalau lo dipanggil Zahra dan Liana, boleh kan gue panggil lo sayang?" Lanjut jeri.
Satu.
Dua.
Tiga.
"HUUUUU!!" Seketika ruang kelas riuh dengan pertanyaan yang diajukan Jeri kepada Zahra.
"Dasar Gombal!"
"Kok gitu sih lo, bang!"
"Genit banget sih lo njir!"
"Jer jer, sikat aja semua cewek."
"Si jeri, siapa aja digombalin."
Itulah cibiran siswa/i kelas ipa 3. Bibir zahra tersungging mendengar pertanyaan Jeri yang begitu gantle. Namun segera ia usir karna ada lagi yang ingin bertanya.
Orang itu yang duduknya ditengah kelas, berdiri. "Jika kang Jeri kau ijinkan memanggil sayang, berarti kau izinkan pula abang untuk menjadi calon imam-mu dimasa depan yang akan datang.."
Seketika kelas menjadi ramai tak terkendali, saling menyuraki si penggombal sejati. Pak Dandi menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan murid2nya.
"Sudah sudah! Kalian ini kebiasaan!!" Erai pak Dandi, semua kembali terdiam menatap kedepan.
"Kamu mau duduk dimana zahra?" Tanya pak Dandi pada Zahra. Semua kini menatapnya.
Zahra mencari sebuah bangku kosong. "Ih. Kok yang kosong di samping jeri sih?" Ucap hatinya. Jeri pun menatap Zahra dengan senyuman manisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You is, FATAMORGANA (?)
Teen FictionRank: 13 : Tentang kamu ( 20 05 20 ) 10 : Fatamorgana ( 18 05 20 ) Mau baca? Semoga tidak akan mengecewakan. Dan Lebih cocok untuk kamu yang sedang dalam mencintai dalam diam. Kamu akan bersahabat dengan Zahra, Jangan khawatir. Tulisan ini tidak a...
