5. soal perasaan

31 6 1
                                        

Happy reading kalyan!! ^^

...
...


Kedua kaki Zahra memasuki kelas, suasananya seperti biasa. Berisik, berantakan, Zahra hanya mampu menghela nafas.

Belum ada panggilan cempreng kelas ini, Zahra rindu suara suara teriakan yang memanggil dirinya saat ia tiba di kelas.

Mungkin mereka tak sadar dengan kehadiran sosok Zahra, atau mungkin mereka tidak memperdulikannya lagi.

Zahra menaruh tasnya dengan gusar dan langsung menenggelamkan wajahnya dilipatan kedua tangannya diatas meja.

"Zahra?"

"ZAHRA!!!" teriak cewek yang disebelahnya dan antusias langsung memeluk erat Zahra.

"lo tuh nyebelin banget! Tiga hari gak masuk! Chat gak pernah dibales. Gue nungguin balesan chat lu berasa doi." ucap Sahla yang tak terima.

Zahra mengangkat kepalanya, tersenyum senang. "namanya juga seleb, kayak gatau aja lo La." timpal Reza yang sedang asik dengan gitar dipangkuannya.

"brisik lo badut ancol" balas Sahla. Zahra tertawa.

"gue kangen banget sama lo. Malahan pengen cepet cepet sekolah, mumet di rumah mulu" Sahla tersenyum Riang, dan memeluk Zahra kembali.

"kayak kepisah sepuluh negara trus lima taun gak ketemu lu berdua. Alay" Resa ikut gabung dan duduk disamping Reza.

Emang ye tuh anak gak kembar cuma namanya doang yang mirip. Tapi kelakuannya sama sama minta ditampol.

Mata Sahla sudah membulat dan siap menerkam kedua cowok itu sekarang juga. "hilih disir sirik iji li pidi."

"masa kangen kangenannya berdua doang. Gue ngga?" datang lagi si raja gombal dan senyuman mautnya yang ikut gabung.

Ekspresi Zahra bertanya tanya apakah dirinya kangen sama Jeri atau ngga.

"gak usah senyum senyum biar Zahra bilang kangen ama lo. Dia tuh anti senyuman lo yang iyuh banget." timpal Ezra juga yang baru dateng dan langsung merangkul Jeri bersahabat.

"apasi kalian. Gak usah ributin gue deh,"

"tuh kan pedenya keluar." Bale dan Rama ikut gabung.

Ngiming ngiming enak juga ye jadi Zahra. Spesial banget kayak martabak.

"bukan pede Le. Tapi secara nyata dan realita mengakui hal itu." ucap Zahra dengan bahasa yang membuat Jeri selalu tertawa.

"bubar bubar. Ada yang rese baru dateng" kata Sahla membuat semua berdiri dan membubarkan diri.

Adnan yang baru datang dan tidak tau apa apa merasa sedang dimusuhi. "Gibah mah gibah aja. Gak usah ngajak ngajak, tobat tadi malem abis liat ceramahnya ust.hanan attaki."

"dih. Pede bet lu ragunan. Lagian ga ada yang nanya juga"

"kemaren tetangga gue mati ditengah jalan abis beli oncom goreng trs kelindes trek gara gara kepedean"

"temen siapa itu, gak ngaku ah pura pura amnesia"

"apa salah dedek sih bang." Adnan memasang ekspresi sedih. Manusia manusia yang ada di meja Zahra mengacuhkan seorang adnan.

"jahat lo ye pada. Gada akhlak." cibir Adnan, lebih baik ia ikut golongan ciwi ciwi yang suka gibah.

"dih katanya udah tobat kok deketinnya sama yang tukang gibah." cibir Reza. Adnan tidak memperdulikan dengan cibiran temen temen brengseknya itu.

You is, FATAMORGANA (?)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang