4 1 0
                                    

Terimakasih telah membaca, cerita ini fiksi, ini khayalan, Tapi ada beberapa bagian yang memang nyata, tentang pesan perpisahan itu, Jas Osis berwara biru dan kemeja merah marun yang sering ia pakai dan juga tentang malam yang dia kumohonkan pada tuhan. Tokoh DIA dalam dunia nyata memang berbeda. Dia tak sepandai itu membuat kata kata. Tentang wanita yang paling beruntung itu juga memang ada dan nyata.
Tentang kotak surat itu, mungkin saja bisa jadi nyata jika dia benar-benar pergi.
Tokoh utamanya akan baca ga yaa? :v

Di Stasiun Menuju BandungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang