"Kakakkk!" Teriak anak kecil yang berdiri berdiri di tengah jalan raya.
Tepat di depannya mobil sedan dengan kecepatan tinggi melaju kearahnya.
'BRUGH'
"Sasa!!" Teriak anak kecil lain dari gerbang berwarna hitam.
"
Sasaaa!" Seorang gadis cantik terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah.
"Astaga mimpi itu lagi." ucapnya sambil mengelap keringat dingin di dahinya.
Gadis itu terdiam, "Maafin kakak dek," gumamnya sendu.
Karna merasa haus, gadis itu memutuskan untuk pergi ke dapur mengambil minum.
Saat tiba di ujung tangga, gadis itu tersenyum nanar, melihat keluarganya sedang makan malam bersama dengan candaan-candaan yang hangat.
Echa namanya, dia sudah biasa melihat semua ini, mungkin menurut kalian ini hal biasa, melihat keluarga kalian tertawa bersama. Namun berbeda dengan Echa. Keluarganya tertawa tanpa dirinya.
"Heh! Kamu itu jadi anak gak punya sopan santun banget sih? Gak liat di sini lagi rame? Ngapain kamu ke sini? Bikin selera makan saya hilang saja."
Echa menundukkan kepalanya, "Maaf ma."
Wanita yang di panggil 'ma' itu tertawa sinis. "Mama? Sejak kapan kamu jadi anak saya?! Saya gak sudi di panggil seperti itu oleh anak Pembawa sial seperti kamu!" ucap wanita itu menggebu-gebu.
"Udah ma, biarin aja." papanya menenangkan.
"Mending lo masuk kamar lagi deh dari pada bikin keributan disini" Ucap adik nya menatap sinis.
Syifa, gadis itu menatap Erlicha dengan penuh emosi.
"Emm.. Ma.. Maaf udah ganggu acara makan kalian" Erlicha mencoba tersenyum dan kembali ke kamar nya.
Hari sudah semakin larut tetapi Erlicha masih tetap terjaga entah apa yang membuat nya melamun sampai lupa waktu.
Tepat pukul setengah 1 dini hari perasaan haus itu datang lagi, menggerogoti tenggorokan nya.
Erlicha berjalan hati hati keluar kamar takut mama nya masih terjaga dan berakhir ia dimarahi lagi.
~feeling blue~
Pagi ini Erlicha berangkat pagi-pagi sekali semalaman dia tak bisa tidur, tepat pukul 06:00 Erlicha suda berada di depan sekolahnya.
Gerbang pun masih tertutup lengkap dengan gembok besarnya, padahal biasanya pukul 6 kurang 15 pun gerbang sudah terbuka lebar.
Mang Jujun selaku satpam sekolah pun masih bergelut dengan mimpi indah nya di post satpam.
"Mang Jujun" Erlicha mencoba membangunkan satpam pemimpi ituu.
"Mang bukain dong Echa mau masuk nihh" Erlicha sedikit berteriak.
"Mang.. "
"mang Jujun.. "
"MANG JUJUNNNN.... "
Sudah cukup!! Kesabaran Erlicha sudah habis dengan sekuat tenaga Erlicha menggoyang kan gerbang sambil berteriak memanggil mang Jujun yang tak kunjung bangun.
Sudah 10 menit dari kedatangan Erlicha mang Jujun tak kunjung bangun entah apa yang sedang mang Jujun mimpikan, bertemu artis boliwood kah?
Akhirnya Tuhan sedang berpihak kepada Erlicha walau harus menunggu 15 menit kemudian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Feeling Blue
Teen Fictionapa yang lebih sakit dari semua rasa sakit? saat hidup mu tak pernah diinginkan oleh siapa pun termasuk orang tua mu sendiri Ig :@xsmlyy Start: 04 - 05 - 2020
