Jadi sebelum baca cerita nya aku pengen kasih tau kalo ini cerita tentang Echa dan Zein.
Jangan lupa vote:)
Happy ReadingSaat sedang asik bercanda dengan Prilly, Rafi, dan ketiga teman Rafi. Walaupun Echa hanya diam sendari tadi. Tiba-tiba seorang siswa keturunan jepang-indo yang Echa kenal bernama Clarisha Seira kelas 11 IPA 1 yang kerap di sapa Risha, memanggil Echa.
"Cha.. " Ucap nya
"Iyaa.. Kenapa Risha?" Tanya Echa mengalihkan perhatian nya dari handphone ke arah Risha.
"Dipanggil sama bu Dian di kantor" Ucap Risha.
"Mau apa?" Echa sungguh penasaran.
"Nggak tau tuh" Risha mengangkat bahu nya tak tahu.
"Yaudah Risha, Prilly, Rafi sama temen-temen nya Rafi Echa tinggal dulu ya" Ucap Echa dan langsung pergi dari hadapan teman-teman nya.
"Zein sana susul Echa" Ucap Risha memecahkan keheningan ketika semua orang sudah mengacuh kan nya dan kembali pada kesibukan masing-masing.
"Buat?" Tanya Zein bingung.
"Lo juga di panggil noh sama bu Dian" Setelah mengucapkan itu kepada Zein, Risha langsung pergi. Disusul oleh Zein setelah nya.
"Mau ngapain ya mereka berdua di panggil sama bu Dian" Tanya Rafi kepada teman-teman nya dan hanya di balas gelengan tak tahu dan tak mau tahu dari teman-teman nya. Membuat Rafi mendengus dan melanjutkan bermain game di handphone nya.
•••••
"Tunggu"
Suara dari belakang membuat Echa menghentikan aksi nya yang ingin mengetuk pintu.
"Kamu ngomong sama Echa?" Tanya Echa.
Echa menoleh kanan dan kiri melihat siapa tau pria yang sedang berjalan ke arah nya ini bukan berbicara kepada nya. Nanti disangka ke geeran!!!
Tak ada siapapun disini hanya mereka berdua.
"Dia ngomong sama Echa bukan ya?!" Tanya Echa pada diri nya sendiri.
"Iya gue ngomong sama lo" Ucap Zein ketika sudah di hadapan Echa.
"Kamu siapa?" Tanya Echa, seperti nya dia pernah melihat orang ini, tapi dimana ya?
"Zeinandar pamungkas, lo bisa panggil gue Zein" Ucap Zein mengulurkan tangan nya.
"Nama aku Erlicha Ayrien, em.. Kamu bisa panggil aku Echa" Echa membalas jabatan tangan Zein gugup.
'Jantung gue kenapa?' batin Zein berucap.
Ketika berjabat tangan dengan Echa tiba-tiba jantung Zein dugeman entah lah kenapa dia, padahal Zein tak punya riwayat penyakit jantung.
Ketika Zein ingin melepaskan jabatan tangan, bu Dian tiba-tiba keluar dari ruang guru membuat Echa refleks melepaskan jabatan tangan nya terlebih dahulu.
Bu Dian mencium bau-bau aroma-aroma cinta. Bu Dian tersenyum melihat kedua murid nya gugup karna kepergok sedang bergandengan. Dasar bucin -pikir bu Dian.
"Echa sama Zein masuk aja di dalem ada pak Handoko yang sudah menunggu kalian dari tadi" Ucap bu Dian dan dibalas anggukan oleh kedua nya.
Echa mengetuk pintu bercat coklat itu sebanyak tiga kali setelah mendapat jawaban bahwa dia di perbolehkan masuk, Echa dan Zein memasuki ruangan itu dengan berbagai pertanyaan yang muncul di pikiran masing-masing.

KAMU SEDANG MEMBACA
Feeling Blue
أدب المراهقينapa yang lebih sakit dari semua rasa sakit? saat hidup mu tak pernah diinginkan oleh siapa pun termasuk orang tua mu sendiri Ig :@xsmlyy Start: 04 - 05 - 2020