Devan Delano Edbert

118 28 6
                                    


Dear Keira,
Kamu lebih kuat dari yang kamu tahu. Lebih cakap dari yang pernah kamu impikan. Dan kamu dicintai lebih dari yang bisa kamu bayangkan.

___________________________________________________

~Devan Delano Edbert~

Ditengah jalanan yang sangat ramai,Devan mengemudikan motor ninja nya dengan sangat cepat dengan posisi masih mengenakan seragam sekolah.

Ditengah jalanan yang sangat ramai,Devan mengemudikan motor ninja nya dengan sangat cepat dengan posisi masih mengenakan seragam sekolah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Terlihat ekspresi khawatir di raut wajah nya. Bagaimana tidak? Dia baru saja menerima telefon dari Ibunya bahwa Ayahnya sedang sekarat dirumah. Padahal,setelah pulang sekolah dia dan teman-teman nya akan menyerang geng XTC yang menjadi musuh bebuyutan geng moonraker.

Sekitar 15 menit waktu yang ia habiskan,kini ia telah tiba di gerbang megah berwarna emas yang di percantik dengan ukiran seniman,cat rumah berwarna putih,dan mobil sport merah terpajang dihalaman rumah,dan masih banyak hal lagi yang bisa memanjakan mata jika melihatnya,sungguh rumah Devan sudah layak disebut istana.

Prakk

Devan melempar pintu dengan sangat keras tanpa berpikir bagaimana keadaan pintu rumahnya itu sekarang. Devan langsung menaiki tangga untuk menuju ke lantai 3,kamar Ayahnya.

"Ayahhh", terlihat Ayahnya sedang terbaring lemas.

"Ayahmu tiba-tiba saja terjatuh saat sedang berada ditaman belakang rumah", ucap Ibunya dengan pelupuk mata dipenuhi dengan genangan air.

"Beliau terkena serangan jantung, hidupnya tidak akan lama lagi", sambut dokter dengan raut wajah sedih.

"Apaa? Ngga mungkin dok! Sejauh ini Ayah saya baik-baik aja! Ga pernah ada riwayat penyakit apapun!" Sahut Devan.

"Serangan jantung bisa saja menyerang secara tiba-tiba,apalagi Ayahmu sudah lanjut usia."

Tiba-tiba Ayah Devan terbangun dan memegang tangan anak sulung nya itu.

"Nak", panggil Ayah Devan.

"Ayah tidur aja jangan terlalu banyak gerak,Ayah sedang sakit".

"Nak,Ayah ini sudah tua. Umur Ayah sudah menginjak 73 tahun. Ayah bisa meninggal kapan saja dan dalam keadaan apapun".

"Ayah gausah ngomong kayak gitu,Ayah pasti sembuh,Devan yang bakal rawat Ayah".ujar Devan yang sudah meneteskan air matanya.

Dear KeiraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang