Aku teringat pada ucapan mu. Saat kamu memutuskan hubungan.
'Maybe we should take a Break?'
Kata-kata mu, menjatuhkan hati ku. Memecah pikiran ku. Ucapan mu terngiang dibenak ku.
Aku terlalu berlebihan, karena itu maafkan aku.
Aku terlalu banyak berangan. Mungkin saat itu aku terlalu berharap lebih pada mu atau mungkin karena pikiran ku terlalu jauh ke depan, hingga lupa akan batasan.
Pada dasarnya, ekspektasi jatuh lebih parah daripada realita. Maafkan aku.
Aku terlalu bahagia bisa memiliki mu, sehingga saat aku kehilangan mu, aku merasa menjadi orang terbodoh.
Aku terlalu tulus dalam soal mencintai.

KAMU SEDANG MEMBACA
catatan lara
Poetrycoba lah ingat ingat kembali, kapan pertama kali kamu menangis dan terakhir kali kamu tertawa? Mengapa demikian? Karena disetiap air mata yang jatuh, jangan lupakan senyuman sebagai obat penyembuh. Hanya diri mu yang mengerti hati mu.