Chapter 2 : rasa

645 51 6
                                        

"Hah kapan hujan ini berhenti"

Bukan Solar yg mengeluh tetapi seorang Laki laki mengenakan Sweater Hitam merah,yap Halilintar.

------------------------IKFY-----------------------

Boboiboy hanya milik Monsta
Story by Thron_Md
Warning:
Typo bertebaran,kata kata yg masih ga teratur sesuai KBBI

Baca dengan perlahan agar paham dengan alur cerita.

"Sesuatu bisa hancur dengan begitu saja,mungkin juga bisa hilang tanpa jejak"


Solar terkejut dia pikir hanya dia sendiri yg ada di sekolah saat itu,dia melihat Jaket yg di gunakan Halilintar 'Benar itu anak yg benama Halilintar' Batin nya.

Halilintar menoleh "hey bukannya kau anak baru yg menabrak ku?" Tanya Halilintar sembari meberikan wajah cuek nan datar nya.

"Y-yaa"jawab Solar perlahan.

"ceh Pantas saja kau selalu di bully"

Solar terkejut sejak kapan Halilintar mengetahui nya?tunggu,tunggu,apa dia tadi menyimak pembicaraan nya dengan ying dan yaya?tidak,saat itu dia tidak ada di kantin.

"Dari mana k-kau tahu?" Tanya Solar dengan suara yg kecil.

"Dari osis lah dari mana lagi"Jawab Halilintar enteng.

"Kau anggota osis ya?"Tanya Solar.

"Bukan anggota,tapi ketua"

Deg!

"Maaf maaf aku tadi menabrak mu"Ucap Solar sembari menunduk nunduk.

"Ya ya ya sudah sudah aku tidak suka orng yg menunduk di depan ku"Ucap Halilintar.

"Tapi memang osis bisa tahu aku di bully atau tidak?kan aku di bully di sekolah sebelum nya"ucap solar memang betul memang osis bisa tahu semuanya tentang pribadi(?).

"Dari anggota yg dulu sempat bersekolah di sekolah mu lah bodoh"jawab Halilintar ketus ya dia memang orang yang kasar.

Solar terdiam dia mengingat ingat teman nya yg pernah pindah ke sekolah ini,tapi seingat nya tidak ada,tapi dulu ada siswi yg pindah dari sekolah nya mungkin saja dia?

"Taufan maksud mu?"

Halilintar sedikit mengangguk menandakan bahwa itu benar.

"Haa!!dia teman ku dulu!kadang kdang dia membantu ku kalau lagi di  bully" ucap solar antusias.

Dulu Solar dan Taufan adalah teman yg lumayan dekat,kadang kadang Taufan juga suka membully nya Tapi itu di anggap biasa oleh Solar karna memang perasaan manusia bisa berubah ubah sesuai keadaan sekitar.

Tapi..jika dari rasa biasa dan mendadak benci itu jarang terjadi.

...Tapi bisa saja kan?

"Oh jadi dulu dia sahabat mu?"Tanya Halilintar

"Ntah lah aku juga bingung"jawab solar dan senyum kaku terkulas di wajah nya.

~~~

Hari makin sore, hujan masih turun dengan lebat.Halilintar dan Solar masih berada di sekolah,tak da yg berbicara satu pun,hanya kecanggungan yg mengisi suasana itu.

Solar tertidur di sebelah Halilintar Refleks dia menjatuhkan kepala nya ke pundak Halilintar yg berhasil membuat Halilintar Terkejut.

Halilintar hanya mengamati gadis itu dan sedikit melongo.

I Killing For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang