Yuki ❄
Author POV
"Yuto~ kau dimana? Aku merindukanmu~" Lirih Kino sambil menadahkan tangannya membiarkan kepingan salju menyentuh kulitnya.
Kino menutup matanya dan menadahkan kepalanya, ia berusaha mengingat kapan terakhir kali ia bertemu dengan yuto.
Kino merindukan Yuto, ia sangat merindukannya, ia selalu berharap ketika ia memejamkan matanya maka Yuto akan berada di depannya ketika ia membuka mata.
Namun itu semua hanya khayalannya saja, Yuto sudah lama sekali meninggalkannya.
Mereka berpisah ketika mereka lulus SMA, Yuto harus pergi ke jepang tanpa tujuan yang jelas.
Kino hanya menyanggupi keinginan Yuto yang notabenenya adalah Sahabat baiknya, Kino ingin sekali jujur saat itu kalau ia sedang menyukai Yuto.
Kino sudah lama menyukai Yuto namun ia malah memendam perasaannya, baginya sudah cukup hanya dia dan tuhan saja yang tau soal perasaannya pada Yuto.
Mengertikah kamu? Aku rindu kamu~🎶
Kino bernyanyi sepanjang perjalanannya menuju apartemen, ia menendang tumpukan salju yang menutupi trotoar sambil terus berharap bahwa ia akan segera bertemu Yuto dijalan.
Ia menoleh dan melihat sebuah bangku taman, Kino memutuskan untuk duduk sejenak, ia harus menenangkan pikirannya.
"Aku gila karenamu Yuto~" Kino memejamkan matanya, ia bersandar pada bangku taman yang dingin.
"Kau tau Yuto? Kalau kita sepasang kekasih pasti nama Couple kita sangat bagus, Seperti Yuki contohnya.. Cantik bukan?" Kino terus berbicara pada dirinya sendiri seperti orang kehilangan akal, ia meneteskan air matanya lagi untuk yang entah keberapa kalinya.
Ia bahkan tak memerlukan sebuah kaca untuk melihat betapa kacaunya dirinya.
"Apa kau tau Kino? Aku juga jadi gila karena dirimu"
Kino membuka matanya, ia menoleh ke segala arah kemudian menghela nafas kasar.
"Apa yang aku lakukan? Aku terlalu rindu padanya sehingga aku bahkan bisa mendengar suaranya" Kino menampar dirinya sendiri, karena faktor udara dingin di korea pipinya terasa jauh dua kali lebih panas.
Kino sekarang merasa seperti sedang berkhayal karena tiba-tiba ia melihat Yuto berjalan ke arahnya.
"Astaga, aku bermimpi disaat aku sedang bangun!!" Kino hendak menampar wajahnya lagi namun tangan Yuto menahannya.
"Jangan menyakiti dirimu sendiri, itu menyakiti perasaanku" Yuto menggenggam tangan Kino kemudian mendekapnya erat.
"I-ini benar kau?" lirih Kino.
"Apa aku hanya terlihat seperti khayalan dimatamu?" Yuto menarik tangan kino agar ia menangkup pipi Yuto.
"K-kau benar-benar kembali? Untukku?" Kino masih tidak percaya kalau ia melihat Yuto berdiri dihadapannya.
"Iya sayang~ aku kembali, benar-benar kembali dan ini hanya untukmu" Yuto menggesekkan hidungnya pada hidung kino.
Kino tiba-tiba merasakan darahnya mengalir ke seluruh wajahnya dan juga telinganya.
"A-aku rindu padamu Yuto!" pekik Kino lalu ia memeluknya erat.
"aku mohon jangan pergi lagi.." Lirih Kino.
Kino semakin merapatkan pelukannya pada Yuto agar ia tidak pergi lagi dari hidupnya.
"Oh iya! A-aku ingin mengatakan sesuatu padamu!" Kino girang, ia sudah tidak mau lagi merasakan penyesalan yang sama seperti dulu hanya karena ia memendam perasaannya.
"Katakanlah, aku akan mendengarkan" Yuto memeluk kino, Kino mendongak menatap intens Iris mata coklat milik Yuto yang selalu berbinar indah.
"A-aku cinta padamu Yuto!!!" Teriak Kino, Yuto terlihat Syok dengan pengakuan dari kino, sebenarnya ia sudah tau kalau Kino itu jatuh cinta padannya, namun ia tidak menyangka kalau kino akan berani menyatakannya.
"Kau tau satu hal kino? Aku Juga menyukaimu"
Kino terlihat terkejut, sedetik kemudian wajahnya berubah bahagia, ia memeluk yuto semakin erat.
"Oh iya! Aku ingin kita memiliki nama Couple!" Pekik Kino girang.
"Tapi aku belum menembakmu" goda Yuto kemudian kino terlihat sedang berfikir.
Kino menopang dagunya, ia terlihat sedang berfikir sambil menimbang-nimbang sesuatu.
"Benar juga ya.." Kino pundung, ia kembali memeluk Yuto erat menyalurkan rasa rindunya yang sudah tak terbendung lagi.
"Hehe, aku cuma bercanda sayang~ sekarang kau sudah resmi menjadi milikku" Yuto menangkup pipi Kino lalu mengecup sekilas bibir Kino.
Kino tersenyum sumringah, ia mulai mengeluarkan semua idenya yang sudah lama ia pendam.
"BAGAIMANA KALAU YUKI!!" Kino langsung mengangkat tangannya di udara dan langsung diberikan anggukan oleh Yuto.
Sedetik kemudian Kino langsung digendong seperti bayi koala oleh Yuto, mereka berjalan ditengah salju sambil bersenandung ria~
"Kita akan ke apartemenku kan?" tanya Kino.
"Iya Baby bearku~~" Yuto mencubit pipi Kino gemas.
"Apa yang akan kita lakukan disana?" Kino memasang tampang polosnya yang imut, ingin sekali yuto langsung melahapnya saat itu juga, namun itu takkan mungkin.
"Aku akan memakanmu, lihat saja nanti" yuto mengancam kino.
"KOTOR!" Teriak kino kemudian langsung menutup wajah yuto menggunakan kedua tangannya.
"Ahaha, aku cuma bercanda baby~ kita akan menghabiskan waktu untuk sekedar menonton film dan cuddling" Yuto memeluk Kino semakin erat agar bayi besarnya itu tidak jatuh.
"Benarkah? Kau tidak akan memakanku kan??" Kino memastikan.
"Iyaaa Baby~" Yuto mencium hidung kino.
"Yeaaayyyy!!" kino kembali memeluk leher Yuto.
Kino menceritakan begitu banyak hal pada Yuto, mulai dari Saat Yuto meninggalkannya untuk pulang ke jepang, soal perasaannya yang sudah lama ia pendam, dan soal rasa rindunya.
Begitu banyak hal yang Kino berikan Untuk Yuto, dan Kino.. Ia adalah anugrah terindah yang pernah Yuto miliki.
┈──┈────┈────┈ꪶཷ🌙୭͓ꦿ݉ᐧᨗ
© Milkyway-com
Hi Uni's, how are you?
Semoga suka sama Chap hari ini yaw :3
Btw Cyy mau tanya, ada yg suka sama bulan gk? Soalnya Cyy gak tau kenapa suka bgt sama bulan ._.)
Ok! See ya next chap~
Love uni's banyak-banyak 💙
KAMU SEDANG MEMBACA
Pentagon Oneshoot colection
Fanfictionisinya cuma cerita oneshoot member pentagon yang mejeng di catatan Cyy sampe berdebu tolong dibaca aja jangan banyak komen ._.) Yaoi, sometimes straight open request ✔ © Milkyway-com
