YuWon
Yuto membuka lokernya, ia tersenyum memandang sebuah sticky notes yang menempel di pintu lokernya. Sudah dua minggu ia dirundung rasa penasaran, ingin tau siapa orang yang berada dibalik semua kertas-kertas kecil yang menempel di pintu lokernya atau bahkan menempel di sebuah bingkisan yang ada di laci mejanya.
"Yuto-ya, tadi aku menemukan sebuah kotak bekal di laci meja milikmu"
Ujar Wooseok, Ia menatap temannya yang pergi menjauh bersama dengan kekasihnya. Yuto menggeleng pelan lalu segera melesat dan memeriksa laci meja miliknya.
Benar saja, ia menemukan sebuah kotak bekal yang masih terasa hangat saat yuto menyentuhnya. Bahkan di atasnya sudah tersedia sebuah catatan kecil untuknya.
' Nikmati hidanganmu tuan Adachi^^ '
- Shii
Yuto menerka siapakah sosok shi sebenarnya, sejujurnya ia menebak kalau itu adalah rekan sebangkunya. Koh Shinwon. Tapi yuto tak pernah berani untuk menanyakannya secara langsung, karena Shinwon memiliki pribadi yang galak.
Dan Yuto enggan untuk di sembur omelannya di pagi hari.
Sosok Shinwon kini tengah tertidur di samping Yuto, wajahnya ia tutupi dengan jaket yang ia bawa dan ia menggunakan tas sebagai bantalnya.
Yuto tersenyum, jujur, kalau Secret Admirernya benar-benar Shinwon, maka ia akan sangat senang karena Yuto sudah sejak lama memendam rasa pada Shinwon, namun pria jangkung yang lebih tua darinya tak kunjung memberikan tanda-tanda kalau ia juga suka pada Yuto.
Yuto mengeluarkan buku pelajaran dari tas nya dan mengabaikan sosok Shinwon yang tengah tertidur di sampingnya.
Tapi Yuto tak bisa fokus, matanya terus melirik ke arah Shinwon, matanya yang tertutup menambah kesan damai di wajahnya yang sedikit tertutup oleh jaket. Ditambah lagi cahaya matahari mengintip dari balik tubuh Shinwon.
"Manis.."
Gumam Yuto pada dirinya sendiri.
Shinwon terbangun, ia segera mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah jendela yang tertutupi oleh rimbunnya dedaunan.
Cahaya matahari mengintip dari beberapa celah dedaunan yang ada disana dan mengenai wajah Shinwon.
"Malaikat.."
Gumam Yuto. Shinwon menoleh ke arah teman sebangkunya yang menatap dirinya dengan tatapan kagum.
"Aku tau aku tampan, tapi bisakah kau berhenti memandangku seperti itu? Aku risih"
Shinwon menoleh ke arah Yuto, pria jepang disampingnya masih termangu sehabis melihatnya. Shinwon memutar bola matanya jengah, ia menjentikkan jarinya tepat dihadapan Yuto hingga membuat pria itu tersadar dari lamunannya.
"Kau ini kenapa?!"
Pekik Shinwon.
Yuto hanya menatap pria yang lebih tua, sumpah, ia sangat bersyukur karena tuhan sudah menurunkan sosok secantik Shinwon untuk masuk kedalam hidupnya.
"A-aku, baik-baik saja"
Yuto segera menatap buku pelajaran yang ada ditangannya.
▪▪▪
Waktu istirahat tiba, Yuto segera mengeluarkan kotak bekal yang ada di laci mejanya. Shinwon menoleh, pria itu sedikit tertarik untuk melihat apa isi di dalam kotak bekal yang ada ditangan Yuto.
Yuto membukanya, terlihat sekali tatanan nasi dan juga lauk pauknya yang tertata rapi dan juga membentuk sebuah beruang dengan hati di pelukannya.
"Bento yang lucu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pentagon Oneshoot colection
Fanfictionisinya cuma cerita oneshoot member pentagon yang mejeng di catatan Cyy sampe berdebu tolong dibaca aja jangan banyak komen ._.) Yaoi, sometimes straight open request ✔ © Milkyway-com
