[ we're best friend ]

553 36 15
                                        

WooYu 🥛

Wooseok membuka pintu ruang rawat inap, ia tersenyum sumringah, sebuah buket bunga mawar ia pegang di tangan sebelah kiri, sementara tangan sebelah kanannya membawa sebuah kotak bekal berisi makanan yang ia masak sendiri.

Ia menyapa seorang temannya yang sedang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.

"Yuto-ya~ aku datang, apa kau merindukanku?"

Yang dipanggil menoleh ke arah pintu, ia mengangguk menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Wooseok.

"Bagaimana kabarmu hari ini wooseok-ah?"

Tanya Yuto, ia mengulurkan tangannya untuk mengambil buket bunga mawar yang diberikan oleh Wooseok. Yuto tersenyum melihat kedatangan Wooseok dengan senyum sehangat mentari menghiasi wajahnya.

"Kabarku akan selalu baik-baik saja kalau kau berada di sisiku"

Wooseok menangkup pipi Yuto yang tengah berbaring di atas Ranjang, ia mengecup sekilas bibir yuto lalu tersenyum ke arahnya.

Yuto tersipu, ia selalu mendapat perlakuan manis dari Wooseok. Tapi sampai sekarang ia masih belum terbiasa dengan itu.

"Dasar gombal"

Yuto memukul dada bidang Wooseok dengan sisa tenaganya. Mereka berdua tertawa dengan candaan sesederhana sekarang.

"Yuto-ya, selama 2 minggu kedepan aku tak bisa menjengukmu, tak apa kan?"

Ujar Wooseok, senyuman di bibirnya sedikit pudar karena ia tau Yuto takkan mau ditinggal sendirian.

"Kenapa?"

Tanya Yuto, ia sedikit kecewa mendengar penuturan wooseok barusan.

"Tugas kuliah, mereka semua menumpuk, padahal aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu"

Wooseok mengusap pipi Yuto yang semakin tirus. Padahal wooseok ingat sekali, dulu Yuto sangatlah ceria, pipinya sangat Chubby hingga wooseok gemas ingin mencubitnya terus, dan juga tubuh yuto tidaklah sangat kurus seperti sekarang.

"Aku akan terus berdoa agar kau cepat sembuh"

Wooseok membantu Yuto agar ia duduk di atas Ranjang, kemudian wooseok menempelkan keningnya pada kening yuto.

"Aku harap aku akan sembuh"

Yuto menitikkan air matanya, selama ia berada di usia remaja, ia belum pernah menangis sebelumnya. Dan inilah yang pertama kalinya.

"Maafkan aku ya, setelah semua tugasku selesai, aku pasti akan datang kerumah sakit dan membawa banyak sekali hadiah untukmu"

Wooseok menatap langsung ke arah Iris mata Yuto yang tak pernah pudar warnanya.

"Aku minta maaf Yuto-ya, hadiahku untuk saat ini hanya-

Cup~

Yuto lebih dulu mengecup bibir yang lebih muda, membalas setiap lumatan yang diberikan olehnya.

"Bahagiaku cukup hanya dengan bersamamu"

Wooseok tersenyum sumringah, ia tau kalau Yuto pasti jujur.

▪▪▪

Wooseok memulai kegiatan belajarnya, saat ini ia sedang berada di kelas. Fokusnya Wooseok terus teralihkan pada ponselnya yang berada di sebelah tangannya.

Ia terus mengharapkan sebuah pesan dikirim oleh yuto untuknya.

"Astaga"

Wooseok merebahkan tubuhnya di lantai kelasnya, tubuhnya sakit semua akibat terlalu lama duduk di kelas.

Pentagon Oneshoot colectionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang