[ Snowball ]

544 34 8
                                        

HongGu ✨

Changgu berjalan ke arah balkon, ia menutup matanya dan membiarkan sejuknya udara di pagi hari menyapa wajahnya. Ia memeluk sebuah vas bunga di tangannya.

Changgu membuka matanya, ia menatap ke arah halaman rumahnya yang begitu luas. Changgu selalu berkhayal kalau suatu hari nanti ia bisa keluar dari istana megah yang bahkan ia enggan sebut sebagai rumah.

"Permisi tuan Changgu, orang tua anda sudah menunggu dibawah"

Changgu menoleh, ia hanya berdeham untuk menjawab panggilan yang berasal dari depan pintu kamarnya. Changgu menghela nafas, berfikir, kenapa ia harus hidup dan di kekang dengan aturan? Padahal ia bukan putra mahkota seperti di film-film.

Ia hanya anak dari keluarga super kaya di korea, dan ia di tuntut untuk bersikap layaknya anak dari keluarga terhormat. Padahal orang tuanya saja bersikap semaunya.

"Sabar Yeo Changgu, suatu hari nanti kau pasti bisa keluar dari penjara ini"

Ujar Changgu menyemangati dirinya sendiri, ia segera meletakkan vas bunga yang ada di tangannya dan pergi menuju ruang ganti.

Setelah selesai berganti pakaian, Changgu langsung turun untuk menemui orang tuanya yang sepertinya sudah menunggu lama.

"Oh anakku Yeo Changgu"

Sapa seorang wanita paruh baya dengan style menor, dia menunggu di bawah tangga dengan suaminya dan juga keluarga kaya lain.

"Ibu, selamat datang"

Changgu membungkuk hormat, ia menyunggingkan senyum kecil dan kemudian ikut dengan orang tuanya ke ruang tamu. Tamu yang datang memuji ke anggunan sosok Changgu, mereka terus melemparkan kesan baik pada Changgu yang terlihat sangat terhormat.

"Baiklah kalau begitu ayo kita bicarakan soal perjodohannya di ruang tamu"

Nyonya Yeo mendorong pelan pundak putranya agar ia mau melangkahkan kakinya ke arah Ruang tamu. Changgu menahan langkahnya, tapi ibunya terus memaksanya.

"Bergeraklah Yeo Changgu"

Bisik nyonya Yeo.

"Ibu, bukannya aku sudah bilang kalau aku tak suka dijodohkan?!"

Pekik Changgu pelan, membalas bisikan Ibunya.

"Tidak usah banyak protes, ayo cepat pergi ke ruang tamu dan sambut mereka dengan baik!"

Changgu segera berdiri tegap dan berjalan ke arah Ruang tamu bersama dengan ayah dan ibunya. Changgu menatap keluarga yang sedang duduk di ruang tamunya. Ia Merutuki kebodohan dirinya karena sampai sekarang masih belum bisa melawan kehendak orang tuanya.

"Silahkan di nikmati hidangannya"

Ibunya Changgu tersenyun ke arah lawan bicaranya, kemudian mereka mulai berbincang selama beberapa menit, Changgu bosan. Saat ini Changgu hanya ingin duduk di atas kasurnya sembari bermain ponsel.

"Pasti anakku akan sangat cocok denganmu, iya kan Changgu-ssi?"

Changgu menoleh saat merasa namanya di sebut, ia hanya mengangguk kecil sambil tersenyum manis.

Beberapa saat kemudian seorang pria dipanggil untuk masuk ke ruang tamu dan ikut bergabung bersama mereka. Changgu memutar otaknya, apakah pria itu akan dijodohkan dengannya? Kalau iya, maka ia akan sangat marah pada orang tuanya.

Karena Changgu masih normal. Catat itu.

"Ibu, siapa dia?"

Tanya Changgu pada ibunya dengan nada berbisik agar tidak menyinggung lawan bicaranya.

Pentagon Oneshoot colectionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang