jangan lupa vote & comment dulu!!
kalo ada typo, harap kasih tau!!
Jarang banget naksir orang.
Sekalinya naksir, orangnya gak naksir balik. Kasihan sekali hamba.
-Ajalio harian catra-
..
Setelah selesai mengobati luka Aka, Resha langsung disuruh masuk kembali ke kelas. Yang untungnya di kelas masih dalam keadaan jamkos. Resha bersyukur akan itu.
Didalam kelas, Resha langsung dihujani pertanyaan oleh Gladis dan Dera. Yang dengan terpaksa Resha pun menceritakan semua kejadian dimana Aka berkelahi dengan Braga. Mendengar itu Gladis dan Dera cukup terkejut. Karena mereka kira, Aka dan Braga tidak saling mengenal dan punya masalah separah itu.
Jam di dinding pun sudah menunjukan pukul 3 sore. Yang artinya, waktunya para siswa untuk kembali ke rumah. Pulang sekolah adalah masa paling enak untuk rebahan. Teruntuk kaum rebahan, bagaimana? apa kalian membaca ini sambil rebahan juga?
Sedangkan disatu sisi, Resha dengan kedua temannya masih duduk anteng di depan perpustakaan. Entah apa yang sudah mereka lakukan.
"Eh gue balik duluan ya! Kak Xav nunggu di parkiran nih, kalian harus cepet balik katanya Astercyo mau tawuran!" ujar Gladis
"Serius?! kok tawuran di sekolah kita sih?!" ujar Dera kesal, ia sangat membenci hal yang berbau pukul-pukulan. Dera trauma.
"Lo lupa? Ketua geng nya kan pindah kesini, pasti tempat tawuran juga ikut pindah lah!" Gladis berdiri dari duduknya setelah membaca pesan di ponsel nya.
"Gue balik duluan! bye," pamitnya meninggalkan Resha dan Dera
"Res, lo balik sama siapa?" tanya Dera
"Gue mau cari Bang Aka atau Sanca dulu, lo pulang duluan aja."
"Serius, gak mau gue temenin?"
"Udah sana! gue tau lo masih takut, lo masih trauma kan?"
Dera terkekeh memperlihatkan gigi putihnya. "Tau aja lo! yaudah gue balik duluan, bye!"
Resha beranjak dari duduk nya, melangkah menuju kelas Aka. Namun, baru saja sampai di koridor kelas 11,Resha melihat beberapa teman Sanca dan juga beberapa orang yang ia kenal sebagai anggota Astercyo sedang berkumpul didepan kelas. Resha membalikan baiknya, berputar arah.
"Resha? Kok belum pulang?"
Resha yang sudah membelakangi, memberhentikan jalannya. Lalu berbalik. Semua pasang mata menatap ke arahnya. Resha tersenyum kaku, sedikit malu.
"Nyari Sanca atau Braga?" tanya Pria yang tadi memanggil sambil terkekeh.
Resha menghampiri mereka.
"Sanca, lo liat gak hen?"
Mahen. Salah satu teman Sanca mengangguk "Lagi ngomong sama Braga, disana." Mahen menunjuk ke arah Lapang basket.
"Echa disini aja temenin Lio!" celetuk Lio yang sedari tadi diam memandang Resha.
"Najis modus! Resha mana mau sama lo! Sini mending sama Gema, main cacing, seru tau!" Gema menarik lengan Resha. Namun, dengan cepat Mahen tepis.
"Gak boleh pegang-pegang! Lo mau digorok Sanca?"
Gema mengerucutkan bibirnya. "Sakit tau!"
Resha terkekeh lalu duduk disamping Mahen. Resha memang sudah mengenal beberapa teman Sanca, salah satunya Mahen. Pria tampan berlesung pipi dan jangan lupakan tahi lalat diujung hidung nya yang membuat ia semakin terkesan manis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Braga [Terbit]
Fiksi Remaja(Sudah terbit, tersedia di toko buku online.) 2020 Astercyo Series #1 Bragalian Cakra Vegario, Pria yang merupakan ketua dari geng bernama Astercyo. Pria yang meskipun memiliki wajah tampan, namun tak ada seorang pun perempuan yang berani mendekat...
![Braga [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/215460254-64-k153204.jpg)