CLAY-18

532 41 2
                                    


Aksa mengelilingi taman dengan badan yang basah kuyup karena lupa membawa payung.

Hampir setiap sudut taman ia hampiri tetapi tidak menemukan keberadaan Clayo juga,hingga akhirnya mata pria itu terperangkap di sebuah Cafe dekat sana yang memperlihatkan perempuan yang ia cari sedang askyik bercengkrama dengan seorang pria.

Dengan tubuh basah kuyup Aksa menghampiri wanita itu.

"Oh,ternyata lo di sini,saking asyiknya maen sama pria laen,sampe lupa waktu,gue cariin kemana mana,asal lo tau gu-"ucap Aksa sambil tersenyum smirk

"Bukan urusan lo!"sahut Clayo acuh memotong pembicaraan

"Tentu urusan gue karna lo itu pacar gue!!"bentak Aksa kesal,ingin keluar dari Cafe itu meninggalkan Clayo,akan tetapi langkahnya terhenti dan berbalik ke arah Clayo.

Aksa pun membungkukan badan ya dan mengikat tali sepatu Clayo yang terlepas.

"Kebiasaan"batin Aksa,lalu meninggalkan Cafe itu

Clayo kembali duduk pikiranya racau kemana mana,takut jika Aksa marah denganya.

"Clay,tadi itu pacar lo?"tanya Darren

Clayo memberi anggukan sebagai jawaban.

"Ren,gue balik duluan ya"pamit Clayo sedikit canggung

"Gue anter ya,di luar hujan ntar lo kenapa napa gimana?!"pintanya

"Um gausah deh"tolak Clayo

"Udahh gausah canggung gitu,yuk"paksanya menarik tangan Clayo
Clayo hanya pasrah,karna tidak ada gunanya lagi jika menolak.

•••••••

"Makasih ya,see you next time"pamit Clayo keluar dari mobil

"Iya,see you"ucap Darren lalu melajukan mobilnya keluar area Hotel itu.

Dengan perasaan tak enak Clayo memasuki hotel,melihat bagaimana wajah Aksa dan ditambah baju nya yang basah kuyup  tadi membuat Clayo sedikit takut bertemu dengan ya.

"Clay,lo kemana aja?"ucap Lona menghampiri dari lobi hotel

"Um itu tadi-"

"Lo tau Aksa nyariin lo kemana mana Clay,tadi juga gue liat dia pulang barang basah semua,kalian kenapa?"tanya nya lagi

"Bisa gak,bahasnya besok aja,gue capek Lon"rintih Clayo berjalan meninggalkan Lona.

••••••

Hari ini hari terakhir penghuni Talenta di Bangkok semua siswa sudah bersiap untuk berangkat balik je Indonesia.

Hingga hari ini pula Aksa dan Clayo saling berdiaman sejak kejadian malam itu,entah engo siapa yang akan mengalah kali ini,yang pastinya keduanya sedang merasakan rindu yang sama.

"Clay,lo masih belum minta maaf juga ke Aksa?"tanya Lona sembari duduk di kursi tunggu bandara.

"Entah,buat apa juga minta maaf"acuh Clayo

"Clay,lo sadar ga Aksa khawatir sama lo,dia nyariin lo sampe basah kuyup gitu lo,lo ga boleh mentingin ego lo sendiri,inget bagaimanapun juga dia itu pacar lo Clay!" omel Lona,entah sejak kapan bocah ini banyak bicara.

"Ngomel terus lo,puyeng nih pala gue denger nya"cerca nya

"Hushh,pusing gue ngomong sama si kepala batu satu eni!"pasrah Lona

••••••••

Di sisi lain,

"Kap,lo lagi berantem sama neng singa?"tanya Teo

"Neng singa?"potong Sagar

"Itu si Clayora "sahut Gio

"Males gue ngomong sama dia,percuma,orang dianya juga ga peduli sama gue"sahut Aksa masih fokus dengan game nya

"Terus,lo mau diem dieman terus gitu?"tanya Gio

Aksa hanya mengendikan bahunya

"Kap,masalah itu buat dihadepin bukan dihindarin,kalo lo terus kaya gini yang jadi masalah itu bakal terpendam dan jadi dendam"ceramah Teo

"Tumben bijak"ucap Sagar membuka suara

"Sebego bego nya gue,gue masih punya otak Gar!,lo kalo sekali ngomong nusuknya sampe ubun ubun"cerca Teo

"Diem ga lo,puyeng nih pala gue denger kalian ngoceh terus!!"bentak Aksa kesal

Mereka bertiga langsung kicap tak bersuara.

••••••

5 jam sudah berada di pesawat ,Aksa terus mencuri curi pandang ke arah kabin yang ditempati Clayo

"Sampe kapan mau kaya gini"batin Aksa

"Gue kangen"batinya lagi

6 jam sudah mereka berada di pesawat hingga akhirnya sampai di negri sendiri.

Semua anak anak di pulangkan,besok mereka kembali sekolah,untuk mempersiapkan pertandingan pertengahan semester dengan sekolah lain.

••••••

Pagi yang lumayan cerah menyambut hari Clayo yang penuh kekosongan itu.

Clayo langsung berangkat sekolah dihatarkan sopir pribadinya,rasanya malas membawa motor hari ini.

Di tengah perjalanan Clayo terus termenung menatap benda pipih yang dipegangnya itu.

Rasa rindu mulai muncul di pikiranya,biasanya setiap pagi ia pasti mendapat nontif dari sang kekasih yang hingga kini masih mendiamkanya itu,bukan mendiamkanya tapi lebih tepantya mereka yang saling berdiaman.

"Non,udah sampe,gaau turun?"tanya sang sopir

"Eh-eh,udah sampe ya pak"sadar Clayo akan kamu nanya

Ia pun melangkahkan kaki nya keluar mobil,langkahnya tiba tiba berhenti ketika merasa ada yang menggangu nya di bawah sana.

Ia pun membungkuk mencoba membenarkan tali sepatunya yang terlepas.

"Ishh,gimana sih,susah banget" gumam Clayo kesal karena ia tidak bisa mengikat tali sepatunya,

Biasanya hal ini dilakukan oleh Kadua kakaknya,atau biasanya juga ada pembantu yang membantu mengikat kan ya ,karena Clayo sendiri kecil tidak pernah mengikat tali sepatunya sendiri,ia selalu dimanja ole para penghuni rumah,terkecuali sang Ayah.

"Ck,susah banget sih ,gimana ini-hiks"tanpa sadar ia menangis sambil mengikat tali sepatunya itu,ia kembali teringat akan seseorang yang biasanya mengikatkan tali sepatunya itu,bukan Kakak nya,bukan juga orang rumah,melainkan sang kekasih.

Jujur Clayo sangat merindukan Aksa saat ini,hati memang tidak bisa di bohongi.

Tanpa sadar ia sudah jatuh ke dalam jurang hati yang di buat Aksara untuknya

      -Darren-

CLAYORAJANGAN LUPA VOTE AND KOMEN💜

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

CLAYORA
JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN💜


MOHON MAAP KALO TYPO MSIH BERTEBARAN;)
BTW THANKS UNTUK PARA READERS UDAH MAU MAMPIR KE CERITA AKU:)

CLAY :Gangster Girl (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang