💭11 Penjelasan

19 2 0
                                        

Pukul jam tujuh malam, Hani sampai dirumah Rima. Dia berangkat seorang diri, Satria akan menyusulnya jika sudah tepat jam acara.

Pintu megah menyambutnya, dipencetnya bell rumah tersebut.

Ting, tong!!

Tak lama, seorang ibu paruh baya membukakan pintunya.

Dia tersenyum hangat pada Hani.

"Non Hani, silakan masuk,"

"Eh iya Bi, terimakasih."

Pintu dibuka lebar, mempersilahkan Hani masuk kedalam rumah.

Didalam sudah banyak pelayan berlalu lalang, yang mempersiapkan acara pestanya.

"Sudah lama ya Non Hani tidak main kerumah," unjar Bi Iyem.

Gimana mau main, orang aku sama Rima aja lagi ga akur. Batinnya.

Hani tersenyum ramah.

"Bi, Rimanya ada?"

"Oh iya, Bibi sampai lupa. Maaf ya Non, iya ada-ada Non Rima ada di kamarnya."

"Kalau gitu, aku ke kamarnya Rima dulu ya Bi"

"Iya-iya silakan Non, mau dibuatin air?" tawar Bi iyem.

"Ngga usah Bi, Bibi lanjut kerja aja."

"Yaudah, kalau ada apa-apa panggil Bibi aja ya Non."

"Iya"

Hani menaiki satu persatu anak tangga, setelah sampai didepan kamar Rima. Hani mengetuknya.

"Rim, ini gue. Hani,"

Tak ada jawaban dari dalam. Hani memutuskan untuk langsung membukanya, meski ragu tapi ia tekad melakukannya.

Hani mengadarkan pandangannya pada kamar bernuasa biru itu, Rima tak ada dikamarnya tapi pintu balkonnya terbuka. Langkah kakinya ia bawa kearah balkon, didapatinya Rima sedang duduk menatap kearah langit sambil mendengarkan musik menggunakan heandset.

Pantas saja dia tak mendengar panggilannya, dengan berani tangannya mencabut salah satu heandset. Membuat sang empuh menatapnya.

"Lo udah dateng," gumam Rima melepas salah satu heandsetnya lagi. Lalu bergeser kekanan mengkosongkan beberapa jarak.

"Sini duduk," menepuk sofa disampingnya, Hani menurut.

"Bisa lo jelasin?"

Hani mengangguk, akhirnya Rima mau mendengarkan penjelasannya dari sekian lama. Dengan antusias yang tinggi Hani menjelaskan kesalahpahaman yang membuat Rima menyinisinya.

"Waktu itu, lo sama Rey kan udah pulang duluan. Gue pulang terakhir karena ada beberapa pekerjaan harus gue kerjain, pas gue mau pulang ternyata Pak Azka juga mau pulang. Terus dia nawarin gue pulang bareng, gue nolak." memberi jeda.

"Terus?"

"Gue nunggu angkot lewat, tapi ga ada. Akhirnya gue memilih jalan kaki, jalan udah sepi banget Rim. Gue takut, ditambah didepan gue ada 2orang mabuk. Gue semakin kalut, pas tuh orang tarik tangan gue."

"Serius lo?! Tapi lo gapapakan?"

Rima terkejut dicampur khawatir mendengarnya.

"Gue gapapa, karena Pak Azka nolongin gue. Pak Azka baku hantam sama 2 orang mabok itu, gue nangis ketakutan waktu itu. Badan gue semuanya gemeteran, dan tiba-tiba Pak Azka peluk gue. Sumpah Rim waktu itu pikiran gue kosong, gue udah kaya orang linglung. Dituntun buat jalan gue ga bisa, sampai-sampai Pak Azka gendong gue dan bawa gue pulang kerumah."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 20, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Completed A LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang