Chapter 20

5.6K 641 49
                                    

Lisa sedikit terkejut di sana, menatap pada Jungkook di sampingnya yang baru saja menyentuh wajahnya dan mengelusnya dengan ibu jarinya. Dimana gadis itu hanya tersenyum sembari menyamankan dirinya akan sentuhan pria itu.

"Ada apa? Kau bahkan selama di dalam kelas tadi tak terlalu fokus dan hanya melamun."

"Apa terlihat sekali, ya?"

Jungkook menghela napasnya, kini memilih untuk menggenggam satu tangan Lisa dimana gadis itu membalasnya.

"Ada apa? Kau terlihat seperti ini setelah berbicara dengan ibumu."

Lisa mengulum bibir bawahnya, terlihat ragu hanya untuk bercerita. Tapi, ia sudah berjanji pada Jungkook, bahwa ia dan pria itu tak akan menyembunyikan apapun masalah mereka. Tapi, ia tak yakin jika ia bisa bercerita tentang hal ini pada Jungkook.

"Jangan terlalu banyak berpikir."

Lisa mengalihkan pandangannya pada Jungkook, dimana pria itu kini menangkup wajah gadis itu. "Jika kau memang tak mau bercerita sekarang, itu tak apa. Jika kau sudah siap, aku akan mendengarkanmu nanti."

Lisa semakin bingung di sana, dan di akhir hanya bisa menghela napasnya. Membawa dirinya pula untuk memeluk Jungkook saat itu.

"Ibuku bilang dia akan kemari."

"Lalu, kenapa kau terlihat lesu seperti itu? Bukankah seharusnya kau senang karena ibumu kemari?"

Lisa merenggangkan pelukannya, menatap pada Jungkook yang juga membalas tatapannya.

Hah, jika saja Lisa bisa mengatakan semuanya tanpa menyakiti Jungkook, ia pasti akan mengatakan semuanya. Tapi hal itu tak bisa ia lakukan. Bagaimana jika apa yang Ibunya katakan tadi padanya malah membuat hubungan mereka berantakan disaat mereka baru saja membangunnya?

"Lisa, ada apa?"

Lisa menggeleng. "Apa kau mencintaiku?"

"Tentu saja, Lisa. Aku mencintaimu."

Lisa memasang senyumnya, kembali masuk ke dalam pelukan Jungkook saat itu. "Itu sudah cukup. Kau juga pasti akan melakukan apapun agar kita bisa bersama, bukan?"

Jungkook sempat memberikan jeda sejenak bagi keduanya, membuat Lisa kini merenggangkan pelukan mereka untuk menatap pada pria itu.

"Tentu saja, Lisa. Apapun akan ku lakukan untuk membuat kita bersama."

Lisa tak bisa menahan senyumnya saat itu. Mencuri sebuah kecupan di bibir Jungkook dan membuat senyum di wajah keduanya terbentuk.

"Ayo kita makan siang. Aku sudah lapar sekali."

Jungkook hanya mengangguk saat itu, pun dengan keduanya yang mulai membereskan seluruh barang-barang mereka dan keluar beriringan dari perpustakaan saat itu. Tentunya dengan Lisa yang merangkul Jungkook dengan begitu eratnya.

Benar. Ia hanya harus melihat pada pria itu. Memang, ucapan Ibunya saat itu padanya sedikit menganggu pikirannya, bahkan membuatnya tak fokus di dalam kelas. Tapi Lisa berusaha untuk menepis semua itu, lebih memilih untuk fokus pada hubungannya dengan Jungkook. Biarlah seperti ini lebih dulu, dan jika waktunya telah tiba, ia pasti akan mengatakannya pada pria itu.

Hingga langkah keduanya terhenti-lebih tepatnya Jungkook yang menghentikan langkahnya, dan membuat Lisa mengikutinya. Dimana pandangan keduanya kini menatap pada seseorang yang terasa asing bagi Lisa, namun begitu mengejutkan bagi Jungkook.

"Aku tak tahu cara apa lagi untuk membuatmu menuruti ucapanku."

Lisa masih bingung di sana, menatap bergantian pada Jungkook dan gadis di hadapan keduanya.

PerfectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang