"Hey, kau yakin? Kau masih belum sepenuhnya pulih, bukan? Kenapa memaksa untuk keluar dari rumah sakit, hah?"
Untuk ke sekian kalinya, Lisa tak menjawab apapun pada Rose saat itu yang bertanya padanya. Masih melirik kembali pada ponselnya, setidaknya untuk mengetahui apakah ada pesan balasan yang ia sudah kirimkan pada Jungkook sebelumnya. Namun hal itu nihil. Bahkan panggilan yang gadis itu lakukan pada sang kekasih sama sekali tak membuahkan hasil.
"Hey, tenanglah. Semuanya pasti akan baik-baik saja."
"Ck, Jeon Jungkook itu bodoh sekali. Kenapa dia melakukan semua ini?"
Rose memilih untuk tak menjawab apapun, mengerti akan kekesalan Lisa. Kali ini memilih untuk melihat pada ponselnya kembali. Menuju akun SNS miliknya dan menghela napasnya.
Memang seperti apa yang Lisa katakan tadi. Jeon Jungkook itu gila. Benar-benar gila sehingga ia berani untuk memposting foto dirinya dan Lisa di akun SNS miliknya sendiri. Bahkan hingga detik ini, foto itu belum terhapus dari akun SNS milik Jungkook. Membuat para penggemar dan media begitu heboh dan juga penasaran, siapa sosok gadis yang tengah memeluk bintang baru yang sedang terkenal namanya itu.
Hingga mobil taksi yang membawa keduanya saat itu telah sampai di tujuan mereka. Namun baik Rose maupun Lisa sama sekali tak keluar dari sana, memperhatikan bagaimana para awak media yang tengah berkumpul di depan perusahaan saat itu. Bahkan keduanya bisa melihat jika bukan para wartawan saja yang ada di sana, beberapa penggemar mungkin juga sudah pasti berada di sana pula. Sudah pasti ingin meminta kejelasan akan apa yang telah Jungkook lakukan beberapa menit yang lalu.
"Ck, sial. Sudah kukatakan bukan untuk tak kemari? Kau juga tak akan bisa bertemu dengan Jungkook semudah itu. Aku saja bahkan belum bisa untuk menelpon yang lainnya."
Namun Lisa seolah tuli saat ini. Setelah memberikan bayaran bagi supir taksi, gadis itu keluar begitu saja, bahkan membuat Rose begitu panik dan ikut keluar setelahnya.
"Hey, hey, apa yang kau lakukan? Kau tak akan bisa kesana. Tidak lihat ada berapa wartawan yang ada di depan sana?"
Lisa masih belum menjawab, dan membuat Rose akhirnya memilih menarik gadis itu dan menghadapkan pada dirinya.
"Lisa, dengar. Untuk saat ini, kau tak perlu melakukan apapun."
"Bagaimana bisa aku tak melakukan apapun?" Lalu Lisa mulai mengeluarkan ponselnya kembali, membuka akun SNS milik Jungkook dan memperlihatkan foto terakhir yang diposting pria itu. "Kau lihat? Apa kau sudah membaca bagaimana komentar di foto ini? Mereka semua menghakimi Jungkook saat ini. Setidaknya aku harus datang dan mengatakan semuanya kalau apa yang dilakukan Jungkook hanyalah kesengajaan. Dia tidak sedang berkencan saat ini. Dan--"
"Dan apa?"
Suara itu membuat keduanya mengalihkan pandangan mereka. Cukup terkejut dengan kehadiran Jungkook di sana, dan jangan lupakan bagaimana beberapa awak media yang sebelumnya berkumpul di depan perusahaan, kini berlari dengan tergesa untuk mendekat pada ketiganya.
"U-Untuk apa kau di sini?"
Jungkook hanya menghela napasnya, mulai berjalan mendekat ke arah Lisa tepatnya. Tak mengindahkan sama sekali beberapa pertanyaan dari para awak media atau jepretan kamera yang terus memotret mereka. Sama halnya dengan Lisa dan Rose yang juga sama-sama terdiam di tempat mereka.
"Aku yang seharusnya bertanya padamu. Kenapa kau di sini dan bukannya di rumah sakit, huh? Udara semakin dingin dan bahkan kau belum pulih sepenuhnya. Bagaimana jika kau tiba-tiba pingsan karena tak kuat, hmm? Bodoh."
Jungkook menampakkan senyumnya, sebelum akhirnya menarik Lisa mendekat dan memeluk tubuh gadis itu. Semakin membuat suasana di sekitar mereka terlihat begitu heboh. Memotret kejadian yang mungkin saja bisa menjadi berita yang paling hebat yang akan mereka dapatkan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect
Fiksi Penggemar[18+] ✔ Ia begitu sempurna. Di matanya, tak ada gadis yang lebih cantik. Bahkan dari gadis-gadis yang pernah ia temui sebelumnya. ----- ©A BTS's Jungkook & BLACKPINK's Lisa Fanfiction ©iamdhilaaa, 2018