6. MARKAS

105 6 0
                                    

Semua kegiatan disekolah telah usai, suara bel berbunyi memberi kebahagiaan bagi seluruh penguni SMA Gemilang. Semua berhambur ingin cepat – cepat pergi dari sekolah yang sudah membuat energi mereka terkuras. Berhambur dengan tujuan yang berbeda – beda, ada yang ingin cepat pulang kerumah untuk beristrirahat, ada yang memilih pergi ke Cafe atau ke Mall untuk refreshing,ada juga yang pergi kerumah teman untuk sekedar berkumpul, bermain atau bergibah.

Berbeda dengan Alvino ia sekarang ingin mencoba belajar menjadi tukang ojek, bukan untuk umum tapi spesial untuk seorang Keisya Aaron Nelson yang telah berhasil membuatnya takluk.

Keisya sedang merapihkan barang – barangnya kedalam tas. Ditemani oleh kedua sahabatnya yaitu Mia dan Vebby.

“Lo mau pulang dulu atau langsung aja Sya?” tanya Mia

“Enaknya gimana ya?” tanya Keisya meminta pendapat pada temannya.

“Mending langsung aja deh Sya, biar nanti gak kemaleman selesainya” timpal Vebby memberi pendapat yang di angguki oleh Mia. Mereka berencana untuk mengerjakan tugas Kelompok bidang seni dirumah Mia.

“Kalian bareng gua aja, kebetulan gua bawa mobil sendiri Mang Cecep lagi pulang kampung istrinya lagi sakit” jelas Mia

Keisya dan Vebby pun mengangguk menyetujui.

“Orang Keisya balik sama gua, ya gak Sya?” tanya Alvino lebih ke menggoda sambil menaik turunkan alisnya.

Mereka bertiga terlonjak kaget, karena kedatangan Alvino yang tiba – tiba.

Setelah bel berbunyi tadi Alvino langsung bergegas menuju kelas XI IPA 1 khawatir sang pujaan hati pergi terlebih dahulu. Ya kelas Keisya siapa lagi yang ingin ia cari kalau bukan seorang wanita cantik, cuek dan judes yang satu itu.

“Bisa gak sih kalo masuk kelas orang itu ucapin salam dulu, ngaggetin tau gak sih lo” geram Mia.

“Assalamu’alaikum” salam Alvino menyengir kuda.

“Telat!” balas Vebby ketus.

Better late than never” balas Alvino tak mau kalah sambil menaikkan satu alisnya. Mia dan Vebby hanya menatap Alvino jengah.

“Ayo Sya kita pulang” ajak Alvino sambil menggandeng tangan tangan Keisya.

“Lepasin! Apa-apaan sih lo maen gandeng – gandeng aja” omel Keisya sambil melepaskan tangannya.

“Eh Kambing apa – apaan sih lo! Kita itu mau kerja kelompok dirumah gua, jadi Keisya balik sama gua” tambah Mia.

“Oh jadi kalian mau kerja kelompok, yaudah ayo Sya gua anter” jawab Alvino sambil menggandeng tangan Keisya lagi.

“ish apa – apaan sih lo!” jerit Keisya sambil melepaskan tangannya dari Alvino.

“Kuping lo budeg temen gua tadi bilang apa? Gak usah sok asik deh lo!” geram Keisya

“Kok gitu sih Sya? Gua kan Cuma nawarin”

“Nawarin lo bilang? Itu maksa namanya. Lo pergi deh ngapain sih lo, ikut campur aja”

Alvino yang melihat reaksi Keisya merasa bersalah karena telah menggangunya.

“Hati – hati Sya dijalan, kalo ada apa – apa hubungin gua, gua siap bantu kok” kata Alvino terkahir lalu melenggang keluar pergi dari kelas Keisya.

Bagaimana bisa Keisya menghubungi Alvino jika terjadi apa – apa kalau Keisya tidak mempunyai contact untuk menghubungi Alvino. Memang dasar Alvino sok menjadi pahlawan kesiangan tapi malah kesorean. Lagi juga jika ia mempunyai contact Alvino lalu terjadi apa-apa tak sudi Keisya meminta bantuan Alvino.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 14, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ALVINOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang