4. Quality Time

19 4 4
                                    

Di tengah keramaian yang berlalu lalang, Flora menyeka peluhnya yang mulai berjatuhan. Di hari libur ini gadis itu memutuskan untuk belanja kebutuhan di pasar, tidak menyangka bahwa pasar akan seramai ini.

"Ramai banget," Flora bergumam pelan.

Setelah semua kebutuhannya telah dibeli, gadis itu segera keluar dari pasar dan berjalan ke kontrakannya karena memang jaraknya yang tidak terlalu jauh. Sayang uangnya jika menaiki kendaraan umum, pikirnya.

Saat tengah berjalan, ia melihat sebuah tulisan yang tertempel di pintu Cafe pinggir jalan. Gadis itu mendekat untuk melihat lebih jelas tulisan yang tertempel itu.

DIBUTUHKAN KARYAWAN
SEGERA.

Begitulah kiranya tulisan itu, yang membuat Flora tersenyum tipis. Gadis itu mempercepat jalannya agar segera sampai kontrakan dan meletakkan semua belanjaannya, setelah itu ia akan mencoba melamar kerja diCafe tadi. Lumayan jika ia mendapat penghasilan sendiri.

Dengan perlahan Flora mendorong pintu Cafe, terlihat pengunjung yang lumayan ramai padahal masih pagi.

Tidak lama kemudian, datang seorang Barista yang menyambut Flora dengan hangat,

"Selamat datang di Jimmy's Cafe, mau pesan apa??"

Flora tersenyum canggung, "E-emm saya mau bertemu pemilik Cafe ini, apakah bisa??"

Terlihat Barista itu menatap Flora dari atas hingga bawah, "Oh iya silahkan, mari saya antar."

"Iya, Terimakasih."

Mereka berdua berjalan menaiki tangga untuk ke ruangan sang pemilik Cafe,

"Kamu ingin melamar kerja disini, ya??" tanya Barista itu kepada Flora yang berjalan disampingnya.

"Iya."

"Tapi kalau dilihat lihat, kamu masih muda, masih sekolah??"

"Iya, Kak..."

"Narci. Panggil aku, Kak Narci, oke??" kata Barista bernama Narci itu saat mengetahui maksud Flora.

Flora mengangguk, "Kalau aku Flora Kak. Salam kenal,"

Mereka berdua tersenyum bersama. Flora kembali senang saat ia belum tentu diterima bekerja di tempat ini tapi sudah mendapat teman baik.

"Nah, ini ruangannya. Kamu masuk sendiri nggak apa apa, kan??"

"Nggak apa apa, Kakak kembali bekerja aja."

✺✺✺

"P-permisi,"

Seorang wanita paruh baya yang sedang fokus kepada laptopnya sedikit tersentak dengan suara sapaan yang tiba tiba. Ia melihat gadis yang berdiri di dekat pintu dengan wajah menunduk.

"Iya? Siapa ya?"

Flora, gadis itu tersenyum canggung, ia sangat gugup. "Saya boleh masuk??"

Wanita paruh baya itu mengangguk, "Silahkan duduk."

Flora duduk dengan sedikit gelisah, "Tadi saya baca di depan pintu cafe katanya sedang butuh karyawan ya?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 21, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Interdum EgetTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang