Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
'Such a innocent boy.'
• • •
"Kau kan bisa bertanya pada sumbernya." Aurora duduk di sebelah Calesto sambil menyesap kopi buatannya sendiri, Calesto menoleh pada gadis itu.
"What? You don't want to?" Aurora mengangkat alisnya.
"Can I?"
"Sure, why not? Untuk apa kau bersusah lagi jika kau ada sumbernya secara langsung?" Aurora menyesap kembali kopi nya, Calesto langsung menghadap gadis itu dan langsung bertanya secara terang-terangan, "Apa Tuan Lee punya rencana untuk melakukan sesuatu pada kelompok mafia lainnya?"
"I don't think so, he didn't tell me anything about it. If there is he'll immediately call me and tell me to come to his apartment." Aurora menjawab dengan yakin, "Oh, I'll tell you something important, this might be our weapon later."
"What is about?"
"Dia akan ada di Hotel Feather milik keluarga Alexander 2 minggu lagi, ia akan mengadakan beberapa rapat di sana, kupikir bagus jika kita menyerangnya disaat-saat seperti itu. Tinggal suruh saja V membunuh Aerglo dan beres." Aurora menatap Calesto berbinar, seakan-akan omongannya adalah suatu hal yang sangat menarik untuk dilakukan.
"Itu bagus! Aku akan memberitahu Ivander saat ia sudah kembali dari apartemen nya nanti. Aku bersyukur kau bergabung dengan kami." Calesto langsung mencatat informasi yang diberikan Aurora padanya, hanya saja jika ia tahu inner thought Aurora saat melihatnya mencatat informasi tadi.
'Such a innocent boy.'
• • •
"Kau yakin? Nona Lee bisa saja berbohong padamu tahu?" Romeo menanyakan kebenaran tentang omongan Calesto barusan.
"Ingatlah dulu omongan Nona Lee baru kau boleh berkomentar pada omonganku ini." Calesto menjawab Romeo yang ada di sebelahnya.
"Bastard!" Romeo berdesis, "I am." Calesto melirik.
"Kenapa tidak kau lihat saja jadwal Tuan Lee? Kau bisa tahu informasi jadwalnya kan? Dari sana kita bisa tahu Nona Lee berbohong atau tidak." Samuel memberi pendapat yang disetujui Ivander.
"I'll try, tapi pengamanan mereka terlalu ketat. Aku sudah mencoba berkali-kali sebelum Nona Lee memberitahuku sendiri!"
"Try again, kau hacker ter-hebat kan?" Louis menyuruh rekannya itu, dengan begitu Calesto membuka laptopnya lagi dan mencoba untuk meretas jadwal Aerglo.
"Oh!Oh! Oh!" Calesto berseru girang setelah beberapa saat, ia berhasil meretas jadwal Aerglo dengan cepat, "Apa secepat itu? Kau bilang akun mereka sangat ketat?" Samuel bertanya.