Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Whatever"
• • •
"Kau ingin minum?" Tawar lelaki tampan itu.
"Tidak, aku bisa mengambilnya sendiri nanti." Aurora tersenyum, gadis itu tau apa yang akan terjadi jika ia benar-benar meminum minuman yang diberikan oleh lelaki di depannya ini.
"Begitukah? Baiklah." Samuel gagal untuk kesekian kalinya menawarkan minuman untuk Nona cantik di depannya ini.
"Maaf Samuel, tapi aku benar-benar tak begitu sering meminum minuman beralkohol, dan saat ini aku juga belum terlalu haus." Aurora meminta maaf.
"Tak apa, ini hanya kebiasaanku saja yang selalu menawarkan minuman pada tamu. Jangan di permasalahan." Samuel tersenyum tipis seolah tidak begitu mementingkan penolakan Aurora.
Calesto dan Louis melihat Samuel dengan tatapan 'Kapan kau akan berhasil membujuk Nona Lee'. Mereka semua memang sangat ingin sebentar saja Aurora tak berada di dekat mereka, dan satu-satunya cara agar Aurora tak mengganggu mereka adalah dengan memberikan obat tidur. Dan sialnya Samuel yang bertugas membujuk Aurora untuk meminum minuman buatannya yang terdapat obat tidur dengan dosis sedang.
Samuel yang memang sudah putus asa dengan tugasnya akhirnya ia menghadap Ivander, "Aku benar-benar bisa gila kau tahu? Dia tak mungkin menerima minuman itu dengan mudah, sudah ku bilang ia pintar!" Samuel mengeram marah.
"Sekali lagi."
"Tidak, kau coba saja sendiri. Bahkan Hope dan V menatapku seperti orang bodoh!"
Ivander memijit pelipisnya pelan, ia makin terasa pusing begitu kemarin meminta alkohol pada Samuel. Aurora berhasil membuat dirinya pusing sejak awal pertemuan, ia adalah gadis pertama yang bisa membuat seorang Ivander Adams pusing dan membuat Samuel Johnson putus asa dengan mudah.
"Kau tak ada saran lagi? Baru pertama kali aku melihat mu seperti ini. Aku pergi dulu!" Samuel melangkahkan kakinya keluar dengan sedikit kesal degan perilaku Ivander.
• • •
"Jangan meminum air yang kusediakan biasanya di meja makan, minum ini saja." Samuel memberikan gelas minuman besar pada para rekannya.
"Kenapa?" Calesto bertanya.
"Obat tidur Nona Lee kutaruh di sana, dia sering minum dari sana kan? Jadi ya kutaruh di sana obat tidurnya." Samuel tersenyum puas.
"Kau cerdas!" Felix tersenyum senang.
"Samuel, kau ada obat pusing? Kepalaku sedikit pusing setelah meminum air yang ada di meja, kau tak mencampurkan itu dengan sesuatu kan?" Aurora berjalan kearah 7 lelaki itu dengan sedikit oleng.
"Kau tak apa?" Samuel menopang tubuh Aurora yang hampir jatuh.
"Tidak."
"Akan kuantar ke kamarmu." Samuel menggendong Aurora pergi dari ruangan itu, ia meninggalkan senyuman licik pada rekan-rekannya.