Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Voulez-vous coucher avec moi, Mr. Smith?"
• • •
Mungkin hanya Felix yang merasa dirinya sedikit terintimidasi saat berdekatan dengan gadis Lee di depannya ini, dan tampaknya yang diomongkan Samuel dan Romeo benar adanya, ia menyesal meminta pergi dengan Aurora. Gadis itu sudah cukup membuatnya merasa ciut selama kurang lebih 30 menit berduaan.
"Apa yang ingin kau katakan Tuan Smith?" Aurora menyesap kopi yang dipesannya, gadis cantik itu menatapnya sudah 3 menit lebih, tapi mulutnya tak mau terbuka. Ia benar-benar menyesal telah menyetujui tugas yang diberikan Ivander padanya, seharusnya kemarin malam ia tak menyetujuinya.
"Felix?"
"Ah, ya. Aku hanya berpikir bagaimana cara mengatakannya padamu." Felix mengaruk tengkuknya.
"Take it easy, I will not kill you, allies."
"Aku hanya ingin bertanya jam berapa kau akan datang pada meeting Tuan Lee 4 hari lagi?"
"Kurasa akan lebih cepat 15 menit dari pada Kakak?" Aurora masih berpikir.
"Bukannya biasanya kau datang telat? Kenapa tak lakukan saja itu? Aku hanya khawatir Tuan Lee curiga padamu yang datang lebih awal, bisa saja ia tahu rencana kita."
"Sudah bukan rahasia lagi jika kau tahu kebiasaanku ya? Baiklah, aku akan datang 20 menit lebih awal, bagaimana?"
"Bagaimana jika 25 menit? Kami akan melakukan persiapannya, kau lakukan saja seperti biasanya. Kalau bisa kau juga, em--menjadi gadis baik? Kau tahu maksudku kan?" Felix berusaha menatap mata Aurora.
"Seperti adik yang menurut pada Kakaknya?" Aurora mengangkat sebelah alisnya.
"Kau benar. Seperti itu!" Felix tersenyum lega, ia kira gadis di depannya ini tak akan mudah masuk ke perangkapnya, nyatanya gadis itu lebih mudah dari bayangannya. Jika tahu akan seperti ini ia tak perlu takut padanya.
Dan rencana Ivander akan berjalan sempurna tanpa hambatan apapun, termasuk gadis di depannya ini. Ia tersenyum dengan cerah, tak seperti menit-menit barusan.
"Kurasa mood-mu bagus hari ini? Mau mengantarku jalan-jalan?" Tanya Aurora.
"Apa saja untukmu Nona Lee."
"Do you want to be fu*k boy right now? I know how many flowers you treat like me, but whatever. I'm need you now, so ya, never mind, I'll treat you like my servant." Aurora bangkit berdiri dan menatap Felix untuk cepat berdiri juga. Jujur saja, Felix kembali menjadi terintimidasi pada gadis itu selama beberapa detik saat melihat bola mata hitam legam milik Aurora.
• • •
"Mau ku buatkan teh?" Samuel bertanya pada Felix yang sudah ter-kapar lelah di sofa ruangan Ivander, ia datang telat pada meeting kali ini.