Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"I could run away by myself."
• • •
Ia benar-benar tak mengira lelaki dengan mata bulat polos itu punya sisi tak terduga seperti ini. Dengan kaos hitam polos, jeans hitam dan pantofel hitam ia bisa membuat Aurora terpana dengan aura barunya itu.
"Apa?" Aurora menggeleng pelan sambil melihat lelaki itu dari atas hingga bawah.
"I can only see the aura of a trickster from you. Why didn't you be like this from the beginning?" Tanya Aurora masih dengan senantiasa menatap Matteo .
"Did you forget that my role is a trickster?" Matteo mengunyah sandwich yang disediakan Samuel.
"Oh, right!" Aurora merasa seperti orang bodoh yang melupakan peran Matteo di sana, ia terlalu terpana pada Matteo.
"Stupid girl" desis Louis yang duduk di sebelah Matteo.
"I know right?" balas Aurora sembari mengangkat sebelah alisnya.
"Apa kau juga penipu seperti ku Nona Lee?" tanya Matteo tanpa sungkan, Aurora yang mendengar malah tertawa kecil, 2 orang lelaki di depannya ini memang yang terpeka di antara 5 lainnya.
"Qu'est-ce que tu penses?"
"'Bagaimana menurut mu?'itu katanya." Louis menggigit cookies yang ada disana.
"Con artista" (Kau penipu)
"Posso rivelare la mia identità? Sei ancora innocente come risulta." Aurora berdiri meninggalkan ruangan itu. (Apa aku boleh membeberkan identitas ku? Kau masih sama polos nya ternyata.)
"Aku tak pernah tau kau bisa berbahasa Italia?" Louis menoleh pada Matteo.
"Mungkin derajat kita berbeda." Lelaki itu menjawab dengan jahil.
• • •
"Bastard!" Aurora berteriak kesal begitu ia harus berlari bersama lelaki yang barusan saja memikatnya, untung saja ia sudah berganti pakaian yang lebih pantas untuk aksi seperti ini saat di mobil bersama Matteo.
"Faster!" Matteo berseru kencang, ia menarik tangan Aurora kearah kanan dan membawa gadis itu menaiki sebuah celah kecil di tembok dan naik hingga atap sebuah bangunan kecil.
Disana Aurora masih berusaha mengatur napasnya sambil menunggu Matteo berada di sebelah nya, tapi tak begitu lama Aurora melihat segerombolan lelaki berada di atap yang sama bersama mereka.
"Matteo, ada yang lain, cepat! Run!" Aurora berlari lebih dulu, ia tak mau ketahuan sedang bersama Matteo, rencananya bisa gagal. Walaupun Aurora meninggalkan Matteo di belakangnya, ia yakin Matteo bisa menyelamatkan dirinya sendiri.
"Droite!" Aurora mengikuti suruhan Matteo untuk berlari ke arah kanan. (Kanan!)
"I can't go up!" Aurora menoleh ke belakang, ia melihat Matteo sudah bersiap menggendong dirinya naik ke atas, walaupun mereka sudah berada di atas sekalipun, Matteo masih tetap menggendong Aurora. Selain karena ia tak mungkin menurunkan Aurora begitu saja di tengah-tengah pelarian ini yang bisa saja berakhir mereka tertangkap, itu juga karena manners-nya yang cukup baik.
Stamina lelaki itu memang bukan main-main, ia bisa membawa Aurora hingga cukup jauh dari tempat tadi dengan cepat. Sekarang mereka ada di gang kecil sekitar sana, Matteo menurunkan Aurora dan memeriksa apakah orang-orang tadi masih mengikuti atau tidak.
"Wow! I didn't know that you have very good stamina!" Aurora memuji Matteo.
"Yeah, I know right." Matteo masih terengah.
"Does it hurt? I'm deeply apologize. I don't know if you get hurt like that. You should have just left, I could run away by myself." Aurora melihat luka yang ada di wajah Matteo, ia jadi merasa bersalah, entah kenapa.
Matteo yang baru menemui sikap baru Aurora langsung menoleh ke arah lain, ia tak tahu harus senang karena diperhatikan atau merasa asing dengan Aurora. Ia menatap Aurora lama, "Kita pulang sekarang!" Aurora langsung menarik Matteo dan pergi dari gang kecil itu.
• • •
"Just stop it!" Bentakan Matteo membuat 7 orang lainnya di sana kaget.
"Please just don't blame yourself Ms. Lee." Matteo menatap tajam Aurora yang masih sibuk membersihkan luka Matteo.
"Oh my God, you're right! Stupid!" Gadis itu memundur kan tubuhnya dan memijat pelipisnya.
"Aku tak tahu kau berpura-pura atau tidak, tapi terima kasih sudah memperhatikanku." Matteo memecah keheningan.
6 rekan lelaki itu langsung menoleh, mereka tak menyangka seorang Matteo bisa berterima kasih pada gadis seperti Aurora. Mereka tahu lelaki itu punya manners yang baik, tapi entah itu terasa aneh jika ditujukan pada Aurora.
"Ya terserah. Aku pulang dulu, aku merasa aneh. See you!" Aurora langsung meletakkan kapas dan langsung pergi begitu saja, ia merasa sangat bodoh karena sudah menunjukkan sisi lembutnya pada Matteo. Ia tak pernah menunjukkan sisi lembutnya pada siapa pun kecuali Kakaknya, tapi apa ini?
• • •
"Besok. Besok kita harus benar-benar yakin. Malam ini kita harus meyakinkan diri kita sendiri. Dan kita harus ingat rencana besok malam ini. Bar sudah ku tutup paksa, jadi kurasa seharusnya Nona Lee tak akan kesini tanpa adanya pemberitahuan dulu. Waktu kita hanya ada 4 jam, kurasa itu sangat cukup kan?" Ivander mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan.
"Lebih dari cukup!" Samuel membalas Ivander.
"Omong-omong Aurora tak bilang apa-apa soal rencana besok?" Tanya Calesto.
"Hope, kau lupa dia gadis yang bagaimana?" Tanya Felix.
"I know, a fool girl."
"Oke, mulai dari sini." Ivander menunjuk salah satu kertas.
Ivander benar-benar menjelaskan ulang secara rinci, dan rekannya yang lain mendengarkan dengan baik, sesekali bertanya tentang hal ini-itu. Mereka hanya tak ingin rencana mereka gagal begitu saja, apalagi rival mereka kali ini adalah Aerglo, ketua kelompok mafia paling berbahaya. Dan 4 jam itu terasa sangat singkat bagi mereka.
"Get it? Aku tak yakin kau bisa tidur kali ini Romeo, 1 jam lagi kita sudah harus persiapan di hotel itu. Jadi maaf harus memotong waktu tidurmu yang berharga." Ivander menatap Romeo.
"I'll be fine. Kau kira aku tak bisa begadang huh?"
"Terserah. Matteo kau bersama V untuk persiapan, Romeo kau dengan Hope, dan Felix kau dengan Samuel. Aku akan mempersiapkan beberapa berkas dan perlengkapan ku sendiri. Kita akan berada di ruang tengah 50 menit lagi, semakin cepat semakin baik. Fall out!" Ivander memberi perintah.
"Yes sir!" 6 lelaki lainnya langsung keluar ruangan dan menyiapkan diri mereka masing-masing.