Halo hai hai guys😹
Ktemu lagi kita nii XD, Thanks yah udah baca sampai sini:) smoga kalian suka part ini :D Tpi sebelum baca part ini Jangan lupa FOLLOW dlu yh hehehe)
Ada yang nungguin gak?! Klo gak ad Gpp kok:')Happy Reading Brosist💙
_._._._._
Sesampainya mereka di rumah, Tiza langsung ke kamarnya dan mengganti bajunya secepat mungkin. Tak lama kemudian Tiza keluar dengan bajunya yang sederhana tapi elegan.
"Kak! Kakak di mana? Tiza udah siap nih!" teriak Tiza sambil menuruni tangga.
"Eh ia dek, Kakak di ruang tamu, turun dulu napa? Kamu itu cewek loh dek gak baik teriak-teriak gitu."
"Ya maapin si. Eh btw kok kak bajunya agak basah si?"
"Iya nih Kakak abis Sholat Ashar tadi tapi bajunya tadi nggak sengaja kena air wudhu."
"Ooh ia, Astagfirullah aladzim, tunggu dulu yah kak, untuk kakak ngingetin." Tiza pun berbalik dan berlari menuju kamarnya yang berada di lantai 2.
"Astagfirullah dek, kan kakak udah bilang, sesibuk apapun kita, kita nggak boleh lupa sama kewajiban kita. Kebiasaan deh sholatnya suka lupa dan selalu nunda-nunda." ceramah Zafkha lagi.
"Yya ya! Tiza sholat dulu."
Walapun Zafkha Terkenal dingin di luar tetapi sebenarnya ia sangat baik, dan penyayang kepada orang terdekatnya. Tetapi ia hanya bersikap hangat kepada keluarganya dan kedua sahabatnya. Sayangnya ia berpisah dengan kedua sahabatnya karena mereka harus pulang ke negara ayah mereka karena ibu dari ayah mereka sudah tua dan ayah mereka khawatir karena neneknya di sana hanya sebatang kara pasalnya kakek mereka telah meninggal dan om serta tante mereka juga sibuk dengan pekerjaan mereka yang mengharuskan mereka tinggal berpindah-pindah. Jadi sekarang Zafkha hanya bersikap hangat kepada keluarganya saja.
***
Setelah Tiza sholat, ia pun pergi bersama Zafkha ke Rumah Bu Merlin. Sesampainya mereka di sana telepon Zafkha pun berdering.
"Kak makasih yah udah nganterin Tiza sampai sini." Kata Tiza sambil melepas seat beltnya.
"Iyya, sama- sama kamu-"
Kriinggg kriingg kringgg
"Kamu turun sana, maaf kakak gak bisa nganterin kamu sampai sana" sambil mengangkat teleponnya.
"Waalaikumussalam, ia ada apa yah?"
"Ia gak papa kok kak Tiza pergi dulu yah, bye." sambil melambaikan tangan dari luar jendela.
Dan ketika Zafkha melambaikan tangannya kembali kepada Tiza, Tiba-tiba ia melihat seseorang yang mirip sahabat lamanya keluar dari mobil yang terparkir pas di depan mobil Zafkha berada. Dan mengejutkan lagi mereka dua orang yang mirip dengan dua sahabatnya. Dan ketika ia ingin keluar ingin memastikan lebih lanjut, ia baru sadar kalau ia sedang menelfon.
"Halo? Pak Zafkha? Apakah Pak Zafkha mendengar saya?" suara dari seberang sana.
"Ohh ia, saya dengar, silahkan bawa pasien ke O.R.(Operation Room), Saya akan tiba dalam waktu 10 menit dan berada di O.R. pada jam 16.55 WIB" Jelas Zafkha sambil meliat orang yang tadi ia lihat masuk ke Rumah yang sama yang di masuki oleh Tiza.

KAMU SEDANG MEMBACA
Friendship?!
Teen FictionBerbeda itu biasa tetapi Perbedaan itu justru tidak akan menghalangngi seseorang untuk berteman bukan? Sama halnya dengan Keempat sahabat ini yaitu Tiza, Aya', Reny , dan Rani Walau mereka berempat berbeda tetapi tak menghalangi mereka untuk bersaha...