****
"Terimakasih para hadirin yang terhormat yang mau datang menyempatkan diri mengunjungi resot ini"kata Wilson memulai sambutan nya. "Dan resort ini akan langsung ditangani oleh anak saya Nathanael Anderson"Wilson kemudian menunjuk kearah Nathanael.
Nathanael langsung berjalan menuju panggung. Seketika semua orang berdecak kagum melihat ketampanan serta karisma dari sang CEO muda itu. Namun, tak menutupi aura dingin khas pria itu.
"Terimakasih untuk kerja sama kalian. Saya akan melakukan yang terbaik untuk resort ini"kata Nathanael tanpa ekspresi sedikitpun.
Gilak ini anak bos sombong banget batin Nahel saat melihat Nathanael..
####
Pagi harinya terlihat semua karyawan inti sedang melaksanakan rapat."Baiklah untuk mempersingkat waktu. Saya akan menjelaskan plan yang kami kerjakan untuk kemajuan penjualan resort ini"kata Eva mewakili tim-nya
Rapat pun berlangsung.
Beberapa jam kemudian....
"Oke itu bisa di laksanakan mulai bulan depan"kata Nicho yang diangguki semua karyawan disana. "Nahel tolong bawa berkas ini keruangan kamu"perintah Dewi. Nahel pun mengangguk. Satu detik... Dua detik... Tiga detik.... "APAAA!!! "teriak Nahel yang mebuat seisi ruangan kaget akibat teriakannya. Dewi tersenyum dan berkata "Iya. Mulai saat ini kamu bertugas disini sebagai asisten pribadi sekaligus sekretaris Nathanael"kata Dewi menjawab kebingungan Nahel. Tanpa berpikir Nahel menarik tangan Dewi keluar dari ruangan itu.
"Kak.. Ini maksudnya apa? Gue gamau kak kerja sama anak bos yang dingin, sombong sama galak kayak gitu. Enggak... Enggak.... Gue gamau kak." kata Nahel dengan penuh kekesalan. Dewi pun mulai menjelaskan semuanya pada Nahel dan memberinya pengertian.
"Jadi, Nahel sesuai perjanjian kita. Kamu naik gaji dan kamu akan dapat tambahan bonus! Semua fasilitas yang kamu butuhkan disini akan dipenuhi. Tanpa sedikit pun membebankan kamu. Kamu hanya perlu menerima pekerjaan ini ajah"ucap Dewi.
"buset... Kerjaan apa yang cuma tamatan SMA bisa seenak ini?? Jangan..... Jangan...!!" Nahel menutup mulut sambil tak percaya memandang Dewi. Sedangkan yang dipandangi malah acuh dan melanjut kan penjelasan nya kembali.
"Nahel coba deh kamu pikirkan lagi. Ini itu kesempatan kamu." Nahel masih memandangi Dewi tak percaya. Dewi pun mulai gemas lalu Ia mencengkram pundak Nahel dan berkata "Nahel... Kamu harus menerima pekerjaan ini. Karena dengan ini. Kamu bisa memberikan semua yang gak bisa kamu kasih ke keluarga kamu dulu."kata Dewi gemas dengan reaksi bodoh yang ditampilkan nahel. Membuat nahel sejenak berpikir namun, kembali menolak dengan tegas. "Enggak kak.. Jangan paksa aku untuk jadi istri simpanan si bos sombong itu kak"teriak Nahel sambil menutup matanya membuat Dewi terbelalak kaget mendengar perkataan yang terlontar dari bibir mungil partnernya itu dan sontak saja Ia tertawa sampai memegangi perut nya. "Bahahahhahahakkk...... astaga Nahel dapat dari mana kamu pikiran itu haa??"tanya Dewi tak berhenti tertawa.
Nahel yang melihat dewi tertawa itu pun nampak bingung. "Bukan nya kakak mau aku jadi istri nya si bos galak itu?"tanya Nahel polos. Dewi menggeleng "Kan jelas-jelas kakak nyuruh kamu jadi asisten sekaligus sekretaris nya. Gak lebih"jawab Dewi.
"Kan kakak tau aku hanya lulusan SMA. Dan kakak nyuruh aku kerja disini dengan imbalan yang diluar jangkauan itu. Apalagi coba kalo kakak gak coba nyogok aku buat jadi istri si bos galak itu"celoteh Nahel panjang lebar membuat Dewi menganga tak percaya.
"Itu karna kamu pilihan yang tepat. Lagian kepedan banget sih lu mau dijadiin istrinya si Nathanael!! Emang lu pikir dia mau sama lu? "kata seseorang yang bukan Dewi namun seorang pria yang mengagetkan keduanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Okay!!! Maybe!! "You Know Maybe? "
RandomMy story might be a little weird. but I changed the plot according to the actual reality of life. There will be some changes from this story.Ahhhhhhh I still don't know how to write.my imagination is piling up. Tapi otak ku yang sangat kecil ini tak...